Pengakuan Keji Pelaku Pembunuhan Pasutri Asal Pakistan, Ternyata Anak Buah Korban
Khistian Tauqid March 04, 2026 01:07 PM

TRIBUNBATAM.id - Misteri kematian pasangan suami istri (pasutri) berinisial MA (56) dan FA (47) akhirnya terungkap.

Kedua korban ditemukan tewas di wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (3/3/2026).

Pasutri tersebut adalah pemilik toko rempah yang memiliki kios di Pasar Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

MA dan FA sebenarnya berasal dari Pakistan, namun khusus sang suami sudah memiliki KTP Indonesia, sedangkan sang istri masih berstatus WNA.

MA dan FA diduga dibunuh lalu jenazahnya dibuang di wilayah Padalarang untuk menghilangkan jejak pelaku berinisial MH (22).

Pihak kepolisian kini sudah mengamankan pelaku MH yang merupakan karyawan di toko korban.

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto mengonfirmasi penangkapan pelaku pembunuhan pasutri tersebut.

"Jadi si korban ini memiliki sebuah toko di Pasar Cisarua, dan pelaku ini adalah karyawan dari korban yang bersangkutan," ujarnya.

Selain itu, AKBP Wikha menjelaskan bahwa pelaku diamankan kurang dari 12 jam setelah jenazah korban ditemukan.

"Jadi di situ bisa terlihat bahwa Satreskrim dan Polsek bisa berkoordinasi secara cepat sehingga dalam waktu kurang dari 12 jam itu pelaku sudah bisa tertangkap," katanya.

Baca juga: Tanggung Jawab Bos Rokok HS setelah Kecelakaan Maut di Kulon Progo, Biayai Pendidikan Anak Korban

Motif Pelaku

AKBP Wikha lantas membeberkan pengakuan pelaku terkait motif pembunuhan dan kronologi kejadian.

Pelaku MH melakukan aksi kejinya kepada pemilik toko tempatnya bekerja karena merasa sakit hati.

MH mengaku sering dimarahi dan dituduh mencuri oleh kedua korban.

"Jadi si pelaku sering dituduh mencuri, kemudian sering dimarahi dan itu menimbulkan sakit hati oleh pelaku sehingga berniat untuk melakukan pembunuhan," kata Mikha, dikutip dari TribunnewsBogor.com.

Korban dibunuh menggunakan senjata tajam jenis golok yang telah disiapkan oleh tersangka.

"Untuk korban laki-laki terdapat dua sayatan, dua bacokan di leher, kemudian untuk yang istri bersangkutan ada lima bacokan di leher dan di kepala," katanya.

Kronologi Pembunuhan

Kasus pembunuhan ini terjadi pada Minggu (1/3/2026).

Saat itu, pelaku yang sudah merencanakan aksinya masuk ke rumah korban pada pukul 16.00 WIB saat kedua korban tak berada di rumah.

"Kedua orang korban itu kembali ke rumahnya sekitar pukul 19.00 di hari Minggu ya," beber Wikha.

Saat kedua korban pulang, pelaku langsung membunuh keduanya pakai senjata tajam hingga ditembak senapan angin.

"Korban laki-laki terdapat dua bacokan di leher. Kemudian istri bersangkutan ada lima bacokan di leher dan di kepala. Selanjutnya juga terdapat beberapa bekas tembakan dari senapan angin yang ada di kepala salah satu korban (istri)," ujar Wikha, dikutip dari Kompas.com.

Usai membunuh korban, pelaku membawa mobil korban dan pergi ke toko rempah milik majikannya dan mengambil uang Rp3 juta dari toko.

Mobil tersebut pun dititipkan ke pacar pelaku.

"Nah setelah itu, dia naik kendaraan online balik lagi ke TKP," kata Wikha.

Setelah di lokasi, jasad korban dimasukkan ke mobil Grandmax dan dibawa ke Bandung Barat.

"Jasadnya diangkut menggunakan kendaraan tersebut ke Bandung dan setelah di-drop di sana di Bandung Barat, Padalarang. Dia naik online kembali ke Bogor dan sampai pada hari Senin kurang lebih pukul 11.00 WIB siang," pungkasnya.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.