Sisir Pangan Jelang Lebaran, Dinkes Batang Temukan Frozen Food Mengandung Boraks di Warungasem
muslimah March 04, 2026 01:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Menjelang lonjakan belanja Hari Raya Idulfitri, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang memperketat pengawasan keamanan pangan di sejumlah pasar tradisional. 

Tim laboratorium daerah diterjunkan langsung untuk melakukan inspeksi dan uji sampel bahan makanan di Pasar Batang dan Pasar Warungasem, Rabu (4/3/2026).

Pemeriksaan ini menyasar komoditas yang kerap diburu masyarakat saat Lebaran, mulai dari daging giling, mi basah, agar-agar, hingga ikan kering. 

Petugas mengambil sampel secara acak dari lapak pedagang untuk diuji kandungan zat berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Nuridin, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari pengawasan rutin yang diintensifkan menjelang hari besar keagamaan.

“Kegiatan ini untuk memastikan pangan yang beredar aman dikonsumsi. Aktivitas belanja meningkat, sehingga pengawasan juga kami perketat,” kata Nuridin kepada Tribunjateng, Rabu (4/3/2026).

Dari hasil uji laboratorium cepat di lapangan, sebagian besar sampel dinyatakan aman. 

Namun, tim menemukan satu produk frozen food di wilayah Warungasem yang terindikasi mengandung boraks.

“Secara umum hasilnya negatif, tetapi ada satu produk frozen food yang positif boraks. Ini langsung kami tindaklanjuti,” ungkapnya.

Menurut Nuridin, boraks dan formalin sama sekali tidak diperbolehkan dalam makanan karena bersifat karsinogenik dan berpotensi memicu gangguan kesehatan serius jika dikonsumsi terus menerus dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan, pengawasan tidak hanya bersifat penindakan, tetapi juga pembinaan. 

Pedagang yang kedapatan menjual produk mengandung zat berbahaya akan dipanggil untuk diberikan edukasi dan diminta menarik produk tersebut dari peredaran.

“Kami kedepankan pembinaan. Harapannya pedagang memahami risiko kesehatan dan tidak lagi menjual produk yang mengandung bahan berbahaya,” tegasnya.

Selain menyasar pedagang, Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat membeli bahan makanan, terutama produk kemasan dan olahan. 

Konsumen diminta menerapkan prinsip KLIK dari BPOM, yakni memeriksa Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli.

Pengawasan pangan ini akan terus dilakukan secara berkala selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri, guna memastikan meja makan masyarakat Batang tetap aman dari bahan kimia berbahaya.

Dinas Kesehatan berharap kolaborasi antara pemerintah, pedagang, dan konsumen dapat menciptakan ekosistem pasar yang sehat, sehingga perayaan Lebaran tidak hanya meriah, tetapi juga aman bagi kesehatan keluarga. (Ito)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.