Bupati Karawang Aep Jadikan Momen Tarawih Keliling Sarana Interaksi dengan Masyarakat
Joseph Wesly March 04, 2026 03:50 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menggelar kegiatan tarawih keliling atau tarling selama Ramadan 2026.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh menyampaikan kegiatan tarawih keliling tidak sekadar melaksanakan salat berjamaah di masjid yang berbeda setiap malam, tapi menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

"Tarling (tarawih keliling) menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat" kata Aep disela kegiatan tarling di Masjid Jami Al Huda, Desa Cariumulya, Kecamatan Telagasari, Karawang, Selasa (3/3/2026).

Dalam satu bulan ini, kegiatan tarawih keliling Pemerintah Kabupaten Karawang dilaksanakan di 10 titik, satu titik gabungan dari tiga kecamatan.

Sepuluh titik kegiatan tarawih keliling tersebut di antaranya di Kecamatan Pakisjaya, Pedes, Cilebar, Cikampek, Majalaya, Lemahabang, Telagasari, Cilamaya Wetan, Pangkalan, dan Kecamatan Karawang Timur.

Bupati menyampaikan, tarawih keliling  sengaja digelar untuk mempererat tali silaturahmi antara jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dengan masyarakat di berbagai wilayah kecamatan di sekitar Karawang.

Selain sebagai sarana ibadah bersama, kegiatan tarawih keliling ini menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat.

"Tarawih keliling ini bukan hanya sekadar numpang salat di masjid. Ini adalah momentum bagi kami untuk bersilaturahmi, mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, serta memastikan program-program pemerintah berjalan dan dirasakan manfaatnya," kata bupati.

Pada momentum kegiatan tarling, juga digelar Bazar UMKM, dialog dengan masyarakat, tausiah serta penyaluran dana insentif kepada guru ngaji di daerah setempat, sesuai dengan pendataan yang dilakukan Bagian Kesra Setda Karawang.

Berdasarkan data Bagian Kesra Setda Karawang, para penerima dana insentif keagamaan dari Pemkab Karawang tahun ini di antaranya sebanyak 1.200 amil, 10.656 guru ngaji, 2.442 marbot masjid, serta 4.850 guru madrasah.

Besaran bantuan dana insentif yang diberikan berbeda sesuai kategori penerima. Untuk guru ngaji nilai insentifnya sebesar Rp1,5 juta per orang, guru madrasah dan amil Rp1,2 juta per orang, serta marbot masjid sebesar Rp1 juta per orang. (MAZ/*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.