TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Dalam uji sampel takjil yang dilakukan Balai POM di Tarakan Kalimantan Utara, Wali Kota Tarakan Khairul ikut hadir. Kegiatan uji sampel terhadap 20 takjil dilakukan, Selasa (4/3/2026).
Wali Kota Tarakan Khairul yang memiliki backround sebagai seorang dokter mengungkapkan, di uji sampel takjil ini ada empat bahan yang wajib menjadi perhatian, yakni formalin, metanil yellow, boraks dan Rhodamin atau bahan pewarna.
"Seperti di Pasar Ramadan. Jadi ada standar diperiksa. Apakah ada mengandung pengawet dan pewarna. Pengawet seperti formalin, metanil yellow, boraks," ucap orang nomor satu di Tarakan ini.
Khairul mencontohkan metanil yellow biasanta digunakan untuk pewarna tekstil misalnya untuk pewarna baju.
Baca juga: 80 Sampel Diuji, Kepala BPOM Tarakan Pastikan Takjil Ramadan di Kaltara Zero Bahan Berbahaya
"Bayangkan saja kalau kita makan mungkin satu kali tidak kelihatan efek. Tapi dalam sebulan itu berbahaya. Bisa merusak ginjal, hati dan organ tubuh. Sehingga apa yang dilakukan BPOM adalah bagian dari kehadiran negara memastikan semua yang dikonsumsi masuk ke masyarakat aman," papar dr.Khairul.
Ia juga memaparkan bahwa rapid test dilakukan terhadap 20 sampling. Hasilnya dinyatakan aman.
"Aman dari formalin, boraks, rhodamin dan metanil yellow," ujarnya.
Ia mengungkapkan pemeriksaan sampel menjadi kegiatan tahunan dilakukan sebagai wujud kehadiran negara terhadap olahan pangan yang aman dikonsumsi masyarakat.
Rencana kegiatan uji sampel takjil akan dilakukan lagi salah satunya di Pasar Ramadan Markoni dan tempat lainnya.
"Di awal awal juga sudah dilakukan oleh dinkes melalui puskesmas masing masing-masing. "Yang dilakukan hampir sama dengan Balai POM, lebih ke quality kontrol," tukasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah