PROHABA.CO, MAKALE - Peristiwa memilukan terjadi di Rukun Tetangga Bulen, Kelurahan Kamali Pentalluan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 11.40 Wita.
Seorang pemuda berinisial IA (18) tega menyerang ibu kandungnya, AT (36), menggunakan sebilah parang.
Aksi ini diduga dipicu oleh dendam dan emosi yang tak terkendali.
Menurut keterangan polisi, sehari sebelum kejadian, IA mengaku telah dianiaya oleh ayahnya.
Kanit Resmob Satreskrim Polres Tana Toraja, Aipda Marson Marilalan, bersama tim langsung mengamankan terduga pelaku tak lama setelah kejadian.
Rasa sakit hati itu kemudian berkembang menjadi dendam.
Pada Senin siang, ketika IA tidak menemukan makanan di dapur, emosinya tersulut.
Dalam kondisi marah, ia mengambil parang sepanjang 45 sentimeter dan menyerang ibunya secara berulang kali.
Baca juga: Remaja 17 Tahun di Belitung Nekat Coba Bunuh Ibu Kandung, Polisi Ungkap Motif Dendam
Baca juga: Satpol PP Banda Aceh Intensifkan Penertiban Petasan dan Mercon Selama Ramadhan
Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, Iptu Syafaruddin, menjelaskan bahwa korban mengalami luka robek di tangan, kaki, serta bagian tubuh lain, disertai luka lecet dan gigitan di lengan dan punggung kanan.
Beruntung, korban segera mendapat penanganan medis.
Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa parang dan telepon genggam.
Saat ini, IA ditahan di Mapolres Tana Toraja untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk mendalami kondisi psikologisnya.
Kasus ini diduga kuat berakar dari konflik internal keluarga yang berujung pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Polisi masih mendalami kondisi psikologis pelaku serta latar belakang pertikaian yang terjadi sebelum insiden pembacokan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus KDRT di Tana Toraja.
Tragedi tersebut menjadi peringatan keras bahwa konflik keluarga seharusnya diselesaikan dengan komunikasi dan cara bijak, bukan dengan kekerasan.
Aparat berharap masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan mental dan hubungan dalam keluarga, agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca juga: Bocah SD di Medan Tega Bunuh Ibu Kandung, Polisi Ungkap Tiga Motif
Baca juga: Danrem 011/Lilawangsa: Istri Prajurit Kunci Keberhasilan Tugas TNI
Baca juga: Terjaring OTT, Bupati Pekalongan Tiba di Gedung KPK, Fadia Arafiq Masuk Jalur Belakang