TRIBUNGAYO.COM, SPORT – Muncul spekulasi soal kemungkinan Timnas Indonesia menggantikan Timnas Iran di ajang Piala Dunia FIFA 2026. Isu ini mencuat di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang disebut-sebut dapat memengaruhi partisipasi Iran.
Sebagaimana diketahui, Iran sebelumnya telah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah menjadi juara Grup A pada putaran ketiga kualifikasi zona Asia dengan koleksi 23 poin dari 10 pertandingan. Iran dijadwalkan tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Namun, kabar terbaru menyebut peluang Iran untuk tampil di turnamen tersebut terancam. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, bahkan mengisyaratkan adanya kemungkinan kecil negaranya bisa berlaga akibat situasi yang berkembang.
Spekulasi pun bermunculan, termasuk peluang Indonesia menggantikan posisi Iran. Apalagi Garuda sempat melaju hingga putaran keempat kualifikasi zona Asia. Saat itu, skuad yang masih dilatih Patrick Kluivert tergabung di Grup B bersama Arab Saudi dan Irak.
Sayangnya, Indonesia harus mengakhiri perjuangan sebagai juru kunci grup tanpa meraih poin, sehingga gagal melangkah lebih jauh.
Baca juga: Proliga 2026: Megawati Simpan Jurus Rahasia JPE Jelang Final Four
Lantas, apakah Indonesia benar-benar berpeluang menggantikan Iran?
Mengutip laporan media Timur Tengah, Winwin, terdapat dua negara yang dinilai lebih berpeluang menggantikan Iran jika skenario tersebut terjadi, yakni Uni Emirat Arab national football team dan Timnas Irak.
Kedua tim tersebut berhasil melaju hingga putaran kelima kualifikasi. Uni Emirat Arab finis sebagai runner-up Grup A di putaran keempat dengan tiga poin, sementara Irak menjadi runner-up Grup B dengan empat poin.
Berdasarkan perolehan poin tersebut, Irak dinilai memiliki peluang lebih besar dibandingkan UEA.
Dengan demikian, peluang Indonesia untuk menggantikan Iran terbilang sangat kecil. Hingga saat ini pun belum ada keputusan resmi dari FIFA terkait status Iran di Piala Dunia 2026.
Spekulasi boleh berkembang, namun secara regulasi dan capaian kualifikasi, Indonesia bukan kandidat utama pengganti Iran jika skenario itu benar-benar terjadi.
Baca juga: Sopir Mopen Kutacane - Banda Aceh Mengeluh Penumpang Sepi