Laris Manis! Ini Tren Gamis "Bini Orang" dan "Sultan", Primadona Busana Muslim di Pasar Beringharjo
Joko Widiyarso March 04, 2026 04:14 PM

 


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Geliat perdagangan busana muslim di Pasar Beringharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kian dinamis dengan kemunculan tren pakaian model terbaru yang berhasil menarik animo konsumen.

Saat ini, dua model gamis dengan penamaan unik, yakni "Bini Orang" dan "Sultan", tampil sebagai primadona utama yang paling banyak diburu oleh para pengunjung pasar.

Fenomena ini berdampak positif pada omzet para pedagang. Fitri, salah satu penjaga toko busana Alam Jaya di Pasar Beringharjo, mengungkapkan bahwa gamis model "Bini Orang" menjadi motor utama pendongkrak penjualan di tokonya. 

Menurutnya, lonjakan transaksi jual beli ini sudah mulai terasa secara signifikan bertepatan dengan momen libur anak sekolah.

"Alhamdulillah, sudah meningkat. Ya, 70 (persen) lah. Peningkatannya mulai waktu anak sekolah itu, Mbak. Kalau yang paling diminati sejauh ini, ini gamis 'Bini Orang'," tutur Fitri saat ditemui di Pasar Beringharjo.

Desainnya berkarakter

Daya tarik utama dari kedua busana ini terletak pada visual desainnya yang berkarakter. 

Gamis model "Bini Orang" menonjolkan kesan feminin dan anggun melalui potongan yang disempurnakan dengan detail ornamen renda serta kombinasi material kain tile.

Sementara itu, model "Sultan" mempresentasikan gaya busana yang lebih premium dan berlapis. 

Sesuai dengan namanya yang berkesan mewah, gamis "Sultan" memadukan material dasar berbahan Rubiah dengan tambahan luaran berupa jubah panjang bergaya elegan, sehingga memberikan siluet mewah bagi pemakainya. 

“Banyak yang cari 'Bini Orang' itu. Ya, kadang ada pembeli yang tidak tahu namanya, namun melihat dari modelnya mereka bilang, 'Wah, ini cantik.' Yang model 'Bini Orang' itu memang nomor satu (paling laris). Kalau yang 'Sultan' itu dia pakai bahan Rubiah, harganya mulai dari Rp400.000. Kalau yang 'Bini Orang' itu ada aksen renda-renda tile, kombinasi tile (seharga Rp200.000). Kita juga ada yang premium, harga dari kita sendiri karena kita bikin sendiri, harganya lebih murah, yaitu Rp165.000,” paparnya secara rinci.

Kepopuleran busana di Pasar Beringharjo tidak semata-mata didorong oleh tren nama yang viral, melainkan ditopang oleh kualitas dan kesesuaian potongan baju saat dikenakan. Fakta ini diakui oleh Daryanti, seorang warga asal Kalasan yang telah menempatkan diri sebagai pelanggan tetap di pusat perbelanjaan tersebut.

Tidak beli gamis

Dalam kunjungannya kali ini, Daryanti tidak membeli gamis, melainkan menjatuhkan pilihan pada busana model outer yang juga sedang menjadi tren.

Keputusannya membeli terdorong oleh observasi visual terhadap pengunjung lain.

“Di sini model-modelnya bagus-bagus. Saya pilih model yang seperti outer, pakai model outer mengikuti tren,” ungkap Daryanti.

Bagi Daryanti, faktor kenyamanan dan potongan baju yang proporsional di badan merupakan alasan utama yang membuatnya tidak ragu untuk terus kembali berbelanja di tempat yang sama.

“Memilih belanja di toko sini karena modelnya bagus-bagus, dan saat dipakai juga pas. Cocok. Ini sudah pembelian yang ketiga. Waktu pertama kali mencoba ternyata bagus, lalu beli lagi yang kedua, dan sekarang dilanjut lagi jadi pelanggan tetap,” pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.