Tribunlampung.co.id, Palembang - Seorang ibu terkejut melihat putranya, Muhammad Arcelio (3), tewas di bawah jembatan yang mengarah ke rumah kontrakan mereka di Lorong Perbatasan, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Palembang.
Sebelumnya, Arcelio dilaporkan hilang setelah pergi jajan ke warung tidak jauh dari rumahnya di Lorong Amilin, Kelurahan Nigata, Kecamatan Plaju, Palembang, Senin (2/3/2026).
Kala itu, Arcelio saat itu mengenakan kaus dan celana merah serta tidak memakai sandal. Hal ini juga diperkuat dengan rekaman CCTV di lokasi warung tempatnya jajan sebelum dilaporkan hilang.
Akan tetapi, Arcelio tak kunjung pulang. Sang ayah, Robi Sugara (38), akhirnya melaporkan hilangnya sang anak ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.
Robi menyampaikan harapan besarnya agar sang buah hati segera ditemukan.
Baca juga: Bocah Diduga Tewas Dianiaya Ibu Tirinya, Polisi Sudah Periksa 16 Saksi
“Anak kami terakhir terlihat memakai baju dan celana merah saat jajan di warung. Sampai sekarang belum pulang. Kami sangat berharap bantuan warga yang melihat atau mengetahui keberadaannya untuk segera menghubungi kami,” kata Robi, dikutip dari TribunSumsel, Selasa (3/3/2026).
Tidak lama setelah orang tuanya melapor ke polisi, Arcelio ditemukan ibunya di bawah jembatan yang mengarah ke rumah kontrakan mereka, Selasa (3/3/2026) sekira pukul 15.30 WIB. Saat ditemukan, Arcelio sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Penemuan jenazah korban meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang sebelumnya berharap Arcelio ditemukan dalam keadaan selamat.
Usai ditemukan, jenazah langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga dan direncanakan dimakamkan pada Selasa sore.
Mail, warga sekitar yang turut menyaksikan proses evakuasi, membenarkan kejadian tersebut.
“Sudah ketemu, Pak, sore tadi. Sekarang korban sudah dibawa pulang oleh orang tuanya. Korban pertama kali ditemukan ibunya sendiri,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, berdasarkan informasi yang beredar, korban akan segera dimakamkan.
“Kalau dari informasi yang ada, hari ini (Selasa) sore ini akan langsung dimakamkan. Kemungkinan dimakamkan di antara TPU Gunung Meru atau TPU Naga Swidak,” tegasnya.
Terkait penyebab meninggalnya korban, Mail mengaku belum mengetahui secara pasti.
“Belum tahu, sebab pas di lokasi tadi belum ada polisi. Informasi lain, polisi sedang mendalami penyebab korban meninggal, apakah yang bersangkutan terjatuh saat bermain ataupun ada sebab lain,” tutupnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya bocah tersebut.