SURYA.co.id TULUNGAGUNG - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tulungagung menyiapkan 5 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Selain itu PLN juga menyiapkan sejumlah Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) untuk sepeda motor.
Hal ini disampaikan Manajer ULP PLN Tulungagung, Dhodit Hari Seputro
Untuk SPKLU ada di Kantor ULP PLN Tulungagung, di Jalan Kapten Kasihin dan di Hotel Narita, Jalan Agus Salim.
"Untuk di kantor PLN ada 3 SPKLU, sedangkan di Narita ada 2 SPKLU," jelas Dhodit.
Baca juga: SPKLU Tercepat 240kW Jatim Resmi Beroperasi di Pasar Atom Surabaya
Sementara untuk isi daya motor listrik, juga ada fasilitas 6 soket SPLU di ULP PLN Tulungagung.
Fasilitas ini juga disediakan di ULP PLN Ngunut di wilayah timur dan ULP PLN Campurdarat di selatan.
Selain itu ada juga fasilitas SPLU di selatan Jembatan Ngujang 2, Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol.
"Untuk di Jembatan Ngujang 2 pakai sistem token. Jadi diisi dulu dengan token baru bisa digunakan," sambung Dhodit.
Sementara untuk SPKLU dan SPLU lainnya menggunakan sistem aplikasi My PLN
Tarif dasar yang ditetapkan sekitar Rp 2.466 per kWh.
Baca juga: V-Green Gandeng Tribun Network Bangun 40 SPKLU di Indonesia
Khusus sepeda motor lebih leluasa karena tidak membutuhkan daya besar.
"Kalau untuk mobil memang spesifik, butuh daya besar" tegasnya.
Untuk mengantisipasi mudik lebaran, semua SPKLU dan SPLU telah disiagakan.
Meski diprediksi ada pemudik yang menggunakan mobil listrik, ULP PLN Tulungagung tidak menambah layanan.
Dhodit yakin fasilitas yang ada masih bisa mencukupi kebutuhan.
"Pastinya akan ada kenaikan kunjungan mobil listrik. Berdasar pengalaman 2 tahun terakhir, masih bisa cover kebutuhan," tambahnya.
Sehari-hari ada 10-15 mobil listrik yang memanfaatkan SPKLU di Tulungagung.
Masih menurut Dhodit, jumlah ini naik sekitar 40 persen dibanding setahun sebelumnya.
Jumlah akses layanan SPKLU juga diprediksi naik, seiring meningkatnya kepemilikan mobil listrik.
PLN juga menyiapkan ruang tunggu untuk pemilik mobil listrik yang isi daya.
"Ada pemilik mobil listrik yang tetap di mobilnya selama pengisian. Ada juga yang ditinggal di ruang tunggu," katanya.
Lanjutnya, mobil listrik memang lebih murah namun butuh perencanaan perjalanan.
Berbeda dengan mobil bahan bakar minyak (BBM) yang bisa mengakses bahan bakar di banyak SPBU.
Perencanaan perjalanan ini bisa dibantu dengan aplikasi My PLN.
"Kita mau kemana, kapasitas baterai berapa, nanti mengisinya di mana saja, bisa direncanakan dengan My PLN," tandasnya.