Pesan Damai Mikael Tata Saat Diserang Rasisme, Persebaya Surabaya Tegaskan Nilai Kemanusiaan
Wiwit Purwanto March 04, 2026 04:32 PM

 

SURYA.co.id, Surabaya - Hasil imbang 2-2 yang diraih Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo menyisakan cerita pahit. Bek muda Mikael Tata menjadi korban serangan rasisme di media sosial setelah insiden di penghujung laga.

Pertandingan sengit itu sempat diwarnai ketegangan antara Bernardo Tavares dan Kakang Rudianto. Mikael Tata ikut bereaksi membela pelatihnya, namun setelah laga berakhir, ia justru diserang dengan ujaran kebencian.

Insiden bermula saat injury time ketika Bernardo Tavares menahan bola di tepi lapangan. Kakang Rudianto bereaksi agresif, memicu adu dorong dengan Mikael Tata. Wasit Eko Saputra akhirnya memberi kartu kuning kepada Tavares sebagai pemicu keributan.

Meski tensi tinggi, tidak ada kartu untuk Kakang maupun Tata. Kapten kedua tim meredakan situasi, dan pertandingan ditutup dengan skor imbang 2-2. Namun cerita berlanjut di ruang digital.

Instagram Mikael Tata Diserbu Komentar Bernada Rasis. 

Instagram Mikael Tata mendadak dipenuhi komentar bernada rasis. Dari 300 komentar, jumlahnya melonjak menjadi 1.850 hanya dalam sehari.

Komentar yang muncul tidak lagi menilai permainan, melainkan menyerang identitas pribadi, bahkan rasisme.

Tak hanya teks, sejumlah gambar bernuansa rasis juga diarahkan kepadanya. Peristiwa ini menegaskan bahwa diskriminasi masih menjadi tantangan serius dalam sepak bola Indonesia.

Solidaritas Bonek muncul sebagai penyeimbang. Mereka mengisi kolom komentar dengan dukungan moral, meminta Tata tetap tegar menghadapi situasi.

Mikael Tata sendiri memilih merespons dengan damai. Melalui Instagram Story, ia mengutip Alkitab Lukas 6:27-28 sebagai sikap untuk tetap mengasihi dan mendoakan mereka yang melontarkan ujaran kebencian.

Kasus ini bukan yang pertama. Sebelumnya Yakob Sayuri dan Allano Lima juga pernah menjadi korban serangan rasis.

Baca juga: Apa kabar Arif Catur, Persebaya Surabaya Cemas, Bonek Doakan Lekas Membaik

Liga Indonesia kini dituntut mengambil langkah konkret untuk memutus rantai diskriminasi. Rivalitas seharusnya berhenti saat laga usai, sementara nilai kemanusiaan tetap dijunjung tinggi.

Profil dan Statistik Mikael Tata

Mikael Tata adalah bek kiri berusia 21 tahun yang menjadi bagian penting skuad Persebaya. Meski masih muda, ia sudah menunjukkan keberanian di lapangan.

Dalam laga melawan Persib, Persebaya harus puas berbagi angka 2-2. Gol Bruno Moreira dan Francisco Rivera menyelamatkan Bajol Ijo, sementara Persib mencetak gol lewat Luciano Guaycoochea dan Andrew Jung.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Persib dengan 63 persen penguasaan bola dan 15 tembakan. Namun Persebaya lebih efisien dengan 7 tembakan dan 3 tepat sasaran.

Tambahan satu poin menempatkan Persebaya di posisi kelima klasemen dengan 39 poin. Persib tetap di puncak dengan 54 poin, unggul empat poin dari Persija Jakarta.

Pergantian pemain juga menjadi sorotan. Persebaya melakukan lima pergantian, termasuk memasukkan Toni Firmansyah, Mikael Tata, Pedro Matos, dan Koko Ari.

Persib melakukan enam pergantian, sah menurut regulasi cedera kepala. Andrew Jung mencetak gol setelah masuk di babak kedua.

Komentar pelatih menunjukkan perbedaan sikap. Bernardo Tavares penuh pujian terhadap pemainnya, sementara Bojan Hodak kecewa dengan kepemimpinan wasit.

Atmosfer stadion menjadi bagian penting dari laga. Dukungan 30 ribu Bonek memberi energi tambahan bagi Bajol Ijo.

Meski hasil seri, Persebaya tetap mendapat apresiasi. Dukungan suporter membuat tim tetap percaya diri.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.