Kronologi Remaja 15 Tahun di Ogan Ilir Meninggal Dianiaya Senior Perguruan Silat, Modus Tahan Nafas
Welly Hadinata March 04, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Seorang remaja berinisial AS (15) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh seniornya saat mengikuti latihan perguruan silat di Desa Rantau Alai, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Orang tua korban, Helmi, menyampaikan bahwa kejadian bermula saat latihan pada Sabtu (28/2/2026). Alex kemudian dilarikan ke rumah sakit setempat, namun nyawanya tidak tertolong.

"Kata bidan desa yang memantau kondisi AS, anak kami luka-luka lebam di leher, lengan, dan punggung," ujar Helmi, Rabu (4/3/2026).

Dari hasil pemeriksaan medis, tulang lengan dan punggung AS mengalami retak di bagian yang memar.

Helmi menegaskan bahwa pihak keluarga menilai kematian anaknya tidak wajar dan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Ogan Ilir.

Kronologi Dugaan Penganiayaan

Seorang saksi mata, NP, yang juga peserta perguruan silat yang sama, mengungkapkan bahwa latihan termasuk teknik tahan napas yang disertai pukulan.

AS dipukul di leher, tangan, dan bahu. NP sendiri juga dipukul, namun kondisi AS lebih parah.

Tindak Lanjut Polisi

Kasi Humas Polres Ogan Ilir, AKP Herman Ansori, memastikan bahwa kasus dugaan penganiayaan masih dalam penyelidikan. Tim dari Satres PPA-PPO Polres Ogan Ilir akan memanggil saksi-saksi terkait kejadian ini.

"Masih lidik. Nanti perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan," kata Herman.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan remaja dan praktik latihan fisik di perguruan silat yang diduga berujung kematian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.