Seniman dan Budayawan Surabaya Butuh Dukungan Pemprov, Dorong Ruang Kreativitas dan Pagelaran Rutin
Eko Darmoko March 04, 2026 07:45 PM

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kelompok budayawan dan seniman di Kota Surabaya dinilai masih membutuhkan dukungan berkelanjutan dari Pemprov Jatim.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, budaya bisa menjadi penjaga identitas untuk kembali dan mengingat karakter bangsa.

Anggota DPRD Jatim, Cahyo Harjo Prakoso, menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, adat istiadat, serta identitas yang beragam. Karena itu, menurutnya, kekayaan tersebut harus terus dijaga.

Salah satunya, dengan memberi perhatian kepada para pelaku seni dan budaya yang menjadi penjaga nilai-nilai tersebut.

“Di tengah perkembangan zaman, digitalisasi, dan globalisasi, yang membedakan kita dengan bangsa lain adalah identitas kita, yaitu budaya dan seni Nusantara."

"Ini harus kita jaga agar tidak luntur atau tertutup oleh zaman,” kata Cahyo Harjo Prakoso kepada SURYAMALANG.COM.

Anggota Komisi E DPRD Jatim ini secara khusus menyalurkan bantuan apresiasi kepada para pelaku budaya di Surabaya.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan atensi DPRD bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur kepada para budayawan dan seniman, khususnya di Kota Pahlawan.

Baca juga: Nasib Buruh Jatim: Pilih Diam Tak Terima THR Takut Kontrak Diputus, LBH Surabaya Catat 1.811 Korban

"Kami bersama Disbudpar Jatim menyampaikan salah satu bentuk perhatian kami kepada para pelaku budayawan dan seniman di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya."

"Memang jumlahnya tidak terlalu banyak, tapi ini adalah bentuk keseriusan kami untuk memperhatikan para pahlawan, garda terdepan yang menjaga keberlangsungan budaya kita,” ujar Cahyo yang juga Sekretaris Fraksi Gerindra ini.

Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai, paket sembako, serta perlengkapan ibadah untuk keluarga kurang mampu.

Namun, Cahyo menekankan bahwa dukungan terhadap budayawan tidak boleh berhenti pada bantuan sosial semata.

Ruang Berkarya

Menurutnya, keberlangsungan seniman dan budayawan tidak bisa hanya mengandalkan jaminan sosial atau bantuan tahunan.

Pemerintah perlu menyediakan ruang berekspresi dan ruang berkarya agar mereka tetap produktif dan eksis di tengah masyarakat.

“Yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana memberi mereka ruang kreativitas dan ruang untuk tampil."

"Dengan terus berkarya dan tampil, eksistensi dan kompetensi mereka akan terjaga, sekaligus membangun kultur cinta budaya di kampung-kampung,” jelas Legislator asal Dapil Jatim 1 (Surabaya) ini.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Jatim bersama Disbudpar Jatim berencana menggelar sejumlah pagelaran seni di beberapa titik pada tahun ini.

Program tersebut diharapkan tidak hanya mendukung keberlangsungan para budayawan, tetapi juga menjadi sarana sosialisasi nilai-nilai budaya kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Ketua Tim Kerja Pembinaan SDM Lembaga Pranata Budaya Disbudpar Jatim, Adiyanto, menyatakan kolaborasi antara DPRD dan Disbudpar diarahkan untuk memperkuat kemandirian seniman.

Pemerintah, kata dia, ingin pelaku budaya tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu tumbuh sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif.

“Pemerintah menginginkan, khususnya Disbudpar Jawa Timur menginginkan bahwa para pelaku budaya di Jawa Timur tidak hanya bisa bertahan, tetapi bisa tumbuh dan mandiri,” ujar Adiyanto.

Ia menambahkan, budaya harus dipandang bukan sekadar warisan, melainkan sebagai sumber kesejahteraan yang dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Dengan dukungan kebijakan serta ruang ekspresi yang memadai, pelaku budaya diharapkan terus berkembang tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.

“Budaya bukan sekadar warisan, akan tetapi sebagai sumber kesejahteraan yang bisa dikelola secara profesional dan berkelanjutan,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.