Wilayah-wilayah Ini Bakal Kemarau Duluan di Indonesia, Puncaknya Agustus
GH News March 04, 2026 07:10 PM
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai musim kemarau tahun ini lebih awal. Pemicunya yaitu berakhirnya La Nina, yang melemah pada Februari dan sekarang bergeser ke fase netral.

BMKG menjelaskan, untuk fase El Nino yang memicu kondisi kering, diperkirakan mulai pertengahan tahun. Dalam hal ini, peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia) merupakan penanda dimulainya musim kemarau.

Wilayah-wilayah yang Akan Kemarau Lebih Dulu

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan memaparkan wilayah-wilayah yang diprediksi mengalami kemarau lebih maju adalah:

  • Sebagian besar Sumatera
  • Jawa
  • Bali
  • Nusa Tenggara
  • Kalimantan bagian selatan dan timur
  • Sebagian besar Sulawesi
  • Maluku
  • Sebagian wilayah Papua.

Menurut BMKG, ada 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3% wilayah yang akan masuk musim kemarau pada April 2026. Wilayah-wilayah tersebut adalah:

  • Pesisir utara Jawa bagian barat
  • Sebagian besar Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • NTB
  • NTT
  • Sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.

Kemudian, 184 ZOM atau 26,3% wilayah akan masuk musim kemarau pada Mei 2026 dan 163 ZOM atau 23,3% pada Juni 2026.

Ardhasena memaparkan berdasarkan pantauan ini, maka awal kemarau di 325 ZOM atau 46,5% wilayah diprediksi maju (lebih cepat dari biasanya). Sementara, 173 ZOM atau 24,7% wilayah akan sama dari biasanya dan 72 ZOM atau 10,3% wilayah mundur dari biasanya.

Puncak Kemarau 2026

BMKG memperkirakan puncak kemarau di sebagian besar wilayah terjadi pada Agustus 2026. Namun, ada sebagian wilayah yang mengalami puncak kemarau pada Juli, yaitu:

  • Sebagian wilayah Sumatera
  • Kalimantan bagian tengah dan utara
  • Sebagian kecil Jawa
  • Nusa Tenggara
  • Sulawesi
  • Maluku
  • Wilayah barat Pulau Papua.

Kemudian yang memasuki puncak kemarau pada Agustus adalah:

  • Sumatera bagian tengah dan selatan
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi
  • Seluruh wilayah Bali dan Nusa Tenggara
  • Sebagian Maluku dan Pulau Papua.

Selanjutnya yang mengalami puncak musim kemarau pada September adalah:

  • Sebagian Lampung
  • Sebagian kecil Jawa
  • Sebagian besar NTT
  • Sulawesi bagian utara dan timur
  • Sebagian besar Maluku Utara
  • Sebagian Maluku
  • Sebagian kecil Pulau Papua.

Sifat Musim Kemarau 2026

BMKG memperkirakan sifat musim kemarau 2026 secara umum bersifat Bawah Normal atau lebih kering dari biasanya di 451 ZOM atau sekitar 64,5% wilayah. DI sisi lain di 245 ZOM atau 35,1% bersifat normal. Sedangkan di 3 ZOM atau 0,4% wilayah yaitu Gorontalo dan Sulawesi Tenggara, berpotensi kemarau bersifat "Atas Normal" atau lebih basah.

"Dengan kondisi ini, durasi musim kemarau di 57,2% wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani melalui Konferensi Pers Prakiraan Awal Musim Kemarau 2026 di Gedung Multi-Hazard Early Warning System, Jakarta, Rabu (4/3/2026), dikutip dari keterangannya.

Novia Aisyah
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.