Obor Pemuda GMIM, Renungan Harian Rabu 4 Maret 2026, Yeremia 18:4-6, Tuhan Membutuhkan Kita
Chintya Rantung March 04, 2026 08:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Obor pemuda GMIM, renungan harian Rabu 4 Maret 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada Yeremia 18:4.

Tema perenungan adalah Tuhan membutuhkan kita.

Khotbah:

Sobat Obor, ada ungkapan lagu yang berkata, bertobatlah dan balik pada Bapa Dia tunggu kau dengan kesetiaanNya. 

Tuhan siap mengampuni dosamu Oh, baliklah pada Bapa.

Oh, baliklah pada Bapa, jangan lambat, hai, sobatku Tuhan tunggu kepadamu Oh, baliklah pada Bapa.

Suatu pujian yang hendak mengajak setiap orang percaya untuk kembali kepada Tuhan jika telah hidup dalam dosa dan kesalahan.

Kembali kepada Bapa adalah suatu pernyataan iman bahwa hanya Dia yang dapat mengampuni setiap dosa dan pelanggran-pelanggaran yang kita lakukan.

Pujian ini juga mengingatkan bersegeralah untuk bertobat jangan lambat, Tuhan menunggu pertobatan kita. 

Sobat obor, dosa adalah hal yang dibenci Tuhan sehingga Dia mau setiap anak-anak-Nya hidup dalam kehendak-Nya dan hidup dalam pertobatan. 

Hal ini juga yang ditegaskan dalam bacaan kita di hari ini. Bahwa Tuhan menunggu Yehuda untuk segera bertobat dan hidup benar di hadapanNya.

Sebab Tuhan dapat mencabut, merobohkan dan membinasakan mereka.

Akan tetapi jika Yehuda bertobat dari kejahatan mereka maka Tuhan akan mengasihi mereka dan hendak mendatangkan keberuntungan (lbr. yasyab, kebaikan/kegembiraan) yang dijanjikan-Nya.

Tetapi jika mereka tidak bertobat dari tingkah langkah yang jahat dan memperbaiki perbuatan mereka maka malapetaka akan menimpa Yehuda. 

Sobat Obor, ingatlah bahwa dosa-dosa kita telah ditebus oleh Tuhan, telah dibayar lunas melalui penyaliban-Nya.

Sehingga ini akan selaiu memotivasi hidup di masa muda agar terus hidup benar dalam jalan Tuhan.

Sekaiigus juga memperbaiki diri dalam setiap perjalanan yang salah dan tersesat dalam kembara di dunia ini.

Pertobatan akan terus mengingatkan kita betapa berharganya kehidupan yang Tuhan beri.

Pertobatan akan membuat kita terhindar dari penghukuman Tuhan.

Sebab kita telah dibebaskan-Nya dari api kekal jangan mau kembali lagi diperdaya untuk hidup dalam kecemaran dosa.

Ubahlah hidup kita jika telah salah dan jatuh dalam dosa. Robert Smith mengatakan, pertobatan sejati memiliki 
 dua aspek.

la memandang hal-hal yang lalu dengan menangis dan masa depan dengan mata yang waspada. Amin.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.