TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni memastikan distribusi logistik nasional menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 tetap aman di tengah kesiapan mengatur angkutan mudik Lebaran.
Melalui penguatan armada dan transformasi layanan bongkar muat, Pelni optimistis dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT Pelni Kokok Susanto mengatakan, seluruh armada kapal telah menjalani proses perawatan rutin (docking) untuk memastikan performa maksimal selama masa angkutan Lebaran.
"Seluruh angkutan sudah melaksanakan docking. Dari sisi keandalan kapal pastinya semakin baik. Untuk urusan barang, kami pastikan alat angkat dan alat angkut, terutama kran-kran di kapal, dalam kondisi prima," tutur Kokok dalam Konferensi Pers Angkutan Lebaran Tahun 2026 PT Pelni, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).
Selain aspek teknis kapal, Pelni melalui anak usahanya, PT Sarana Bandar Nasional (SBN), juga melakukan langkah strategis di sektor operasional darat.
Baca juga: Pakai Dana Stimulus Rp 42,3 M, Diskon Tiket Kapal Pelni 30 Persen Diserbu Pemudik
Fokus utama meliputi transformasi kesiapan depo kontainer, standardisasi kegiatan bongkar muat agar lebih efisien dan peningkatan ketersediaan jumlah peti kemas.
Angkutan Barang Naik Signifikan
Data internal Pelni mencatatkan tren positif pada awal tahun 2026 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Kokok mengungkap bahwa volume peti kemas naik sekitar 10 persen. Lonjakan tinggi terlihat pada sektor general cargo.
"General cargo mengalami kenaikan hingga 120,15 persen jika membandingkan data Januari 2025 dengan Januari 2026. Ini termasuk angkutan Redpack dan layanan lainnya yang juga mengalami lonjakan signifikan," jelasnya.
Baca juga: Link Daftar Mudik Gratis PELNI Bersama BUMN 2026, Sediakan 800 Tiket Kapal, Ini Rute Tujuannya
Meskipun angkutan barang tumbuh pesat, Pelni tetap memberlakukan kebijakan khusus selama masa mudik. Untuk memaksimalkan kapasitas penumpang, Pelni memutuskan untuk mengatur sementara layanan angkutan kendaraan pribadi hingga masa Lebaran usai.
"Prioritas utama kami adalah penumpang, sehingga ruang kendaraan akan dialokasikan bagi pemudik. Namun, untuk kebutuhan Barang Pokok dan Penting (Bapokting), layanan peti kemas dan Redpack tetap kami siagakan penuh guna menjaga stabilitas pasokan di daerah," terang Kokok.
Foto : ANGKUTAN LEBARAN - Konferensi Pers Angkutan Lebaran Tahun 2026 PT Pelni, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026). (Tribunnews.com/Lita Febriani).