Pergunu Sulsel: Gaji Guru Harus Sama atau Lebih Tinggi dari Profesi Lain
Alfian March 04, 2026 07:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan (PW Pergunu Sulsel) meminta kesejahteraan guru diperhatikan.

Pasalnya, masih banyak guru mendapat gaji tak layak, utamanya di swasta dan madrasah.

Padahal, guru ini berperan besar dalam mencerdaskan bangsa.

Ketua PW Pergunu Sulsel Muhammad Yunus Syam mengatakan, guru memiliki tingkat keikhlasan dan ketulusan pengabdian yang tinggi.

Namun, persoalan kesejahteraan menjadi tantangan bagi guru yang belum teratasi.

"Kita berharap kesejahteraan mereka mendapat perhatian pemerintah, termasuk yayasan kalau sekolah swasta," katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (4/3/2026).

Pria akrab disapa Yunus ini menyebut, kondisi kesejahteraan guru di bawah organisasinya beragam.

Baca juga: Nasib Guru Honorer di Pelosok, Dewan Pendidikan: Perlu Intervensi APBD

Di Pergunu ada guru ASN, PPPK, swasta hingga dosen, guru besar.

Tingkat kesejahteraan bergantung dari tempat mengajar dan kemampuan lembaga dalam memberikan imbalan jasa kepada tenaga pendidik ini.

Namun, masih terdapat guru yang penghasilannya terbatas.

Sebab, lembaga tempat mereka mengabdi belum mampu memberikan kesejahteraan yang layak. 

Kondisi tersebut dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar kebutuhan pokok.

"Jadi sangat beragam. Ada guru ASN, PPPK, ada pula dosen dan guru di sekolah swasta, mereka mungkin penghasilannya mencukupi," sebutnya.

"Di satu sisi masih ada keterbatasan kalau lembaga ditempati mengajar itu belum mampu memberikan kesejahteraan," tambah dia.

Menurut Yunus, secara ideal guru merupakan profesi strategis yang berperan mencetak generasi bangsa. 

Seluruh profesi yang ada saat ini tidak lepas dari jasa guru.

“Tidak mungkin bangsa ini menjadi cerdas tanpa kompetensi guru dalam mencetak anak bangsa. Karena itu, jasa guru harus mendapat perhatian,” tegasnya.

Ditanya nominal standar gaji guru, Yunus mengaku organisasinya tidak pernah merumuskan angka pasti. 

Namun, ia berharap kesejahteraan guru minimal sebanding atau bahkan melebihi profesi lain.

Alasannya, beban dan tanggung jawab yang diemban.

"Kebutuhan hidup sekarang cukup tinggi, paling tidak guru bisa digaji sama atau lebih dari profesi lain," ucapnya.

Tak kalah pentingnya, sambung Yunus, peningkatan kualitas guru.

Guru dibukakan ruang dibukan ruang pelatihan dan pengembangan.

“Harus terus diupgrade ilmunya, supaya dalam melaksanakan tugas pendidikan semakin profesional,” terangnya.

Terakhir, Yunus berharap, guru-guru yang selama ini masih menerima imbalan jasa terbatas dapat memperoleh penghasilan yang lebih layak. 

Pemerintah diharap menghadirkan solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan guru tanpa terkecuali.

“Siapa pun gurunya, selama mereka mengabdi untuk mendidik dan mencerdaskan anak bangsa, maka sudah sepatutnya mendapat imbalan jasa yang layak,” tegasnya. (*)



 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.