TRIBUNJAKARTA.COM - Persija Jakarta gagal meraih kemenangan saat berjumpa dengan Borneo FC, kondisi ini disesali oleh pelatih Mauricio Souza.
Pertarungan antara Persija Jakarta melawan Borneo FC di pekan ke-24 Super League itu berakhir dengan skor imbang 2-2 di Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (3/3/2026).
Sosok pelatih berdarah Brasil yang memimpin Macan Kemayoran itu mengaku frustrasi dengan hasil yang didapat timnya.
Menurut Mauricio, banyak faktor yang membuat Persija gagal mengamankan kemenangan, padahal peluang meraih tiga poin sempat terbuka lebar.
Mauricio Souza menjelaskan bahwa pertandingan ini benar-benar tidak sesuai harapan.
Mereka optimis bisa menang, tetapi kondisi skuad yang pincang menjadi masalah utama.
"Pertandingan ini kami merugi karena sampai menit 89. Sebenarnya kami masih memenangkan pertandingan (sebelum kebobolan)," kata Mauricio Souza dilansir dari laman Kompas.com, Rabu (4/3/2025).
"Kami juga rugi tentang hal itu (absennya beberapa pemain)," tambahnya.
Masalah bertambah dengan cedera yang dialami Mauro Zijlstra, serta kemungkinan absennya Alaeddine Ajaraie dan Paulo Ricardo pada laga berikutnya.
Satu pemain lain, Allano Lima, juga dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning.
"Mauro cedera, tidak tahu dia bisa tampil atau tidak di laga berikutnya. Alaeddine juga kita harus lihat dia cederanya apa."
"Paulo pemain stopper kita belum tahu dia bisa main atau tidak pertandingan berikutnya," terangnya.
"Dan Allano yang dapat akumulasi kartu kuning. Dan menurut saya di pertandingan ini wasit itu fair untuk kasih kartu dia di momen ini," tutup Mauricio.
Mauricio menyoroti bahwa Persija memiliki banyak peluang di babak pertama, terutama dari Emaxwell Souza, Alano Lima, dan Alaeddine Ajaraie.
Sayangnya, penyelesaian akhir yang buruk membuat tim gagal menambah gol.
"Di babak pertama kami punya beberapa kesempatan untuk mencetak gol."
"Ada dua peluang dari Alano Lima, kemudian Alaeddine Ajaraie juga punya momen bagus."
"Kalau peluang-peluang itu bisa dimaksimalkan, mungkin hasilnya akan berbeda,” ujar Mauricio Souza kepada awak media.
Pelatih berusia 51 tahun itu menegaskan, di level kompetisi tertinggi, kegagalan memanfaatkan peluang menjadi kesalahan yang mahal.
"Di level seperti ini, Anda tidak bisa melewatkan terlalu banyak kesempatan."
"Kalau ingin jadi tim juara, setiap peluang harus dimaksimalkan,” tegas Mauricio Souza.
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan lebih seimbang.
Persija sempat unggul di awal paruh kedua, namun fokus tim menurun setelah gol tercipta.
Mauricio menilai hal ini menjadi penyebab kedua kegagalan meraih kemenangan.
"Babak kedua lebih seimbang dan kami bisa mencetak gol di awal."
"Tapi setelah itu, jangan tanya kenapa, fokus kami justru menurun."
"Saat kebobolan, konsentrasi kami berkurang,” kata Mauricio Souza.
Setelah gol tercipta, tim gagal menjaga intensitas dan kontrol permainan.
Borneo FC pun memanfaatkan momentum untuk mencetak gol penyeimbang di menit akhir babak kedua.
"Setelah mencetak gol, kami tidak bisa mempertahankan kontrol pertandingan."
"Tim yang ingin menjadi juara harus tetap menyerang atau setidaknya siap dengan serangan balik yang efektif,” kata Mauricio Souza.
Baca juga: 4 Sosok Kunci Persija Menepi, Pemain Didikan Tim Eropa Ikut Absen, Mauricio Souza Pusing Atur Skuad
Baca juga: Sang Kapten Anggap Final 10 Laga Sisa, Souza Pening Pilar Persija Absen Kontra Dewa United
Baca juga: Curhat Pramono Tak Masalah Dikritik Urus Persija Terus: Masa Gubernur Jakarta Dukung Persik Kediri?