Pertamina Maksimalkan Pengiriman BBM Lewat Laut hingga Udara, Segini Stok di Fuel Terminal Tarakan
Junisah March 04, 2026 08:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - PT Pertamina Fuel Tarakan memaparkan update terkini kondisi stok produksi di Fuel Terminal Tarakan, Rabu (4/3/2026). Mulai dari ketersediaan BBM, kapasitas tangki, pergerakan kapal tanker yang melakukan suplai ke terminal hingga upaya maksimal pengiriman BBM lewat laut dan udara.

Pada tabel utama terlihat sejumlah produk BBM yang tercatat, di antaranya pertamax, pertalite, Biosolar (B40), Solar (B0), Avtur, Dexlite dan Kerosene. Masing-masing produk dilengkapi data pumpable stock (stok yang dapat disalurkan), ullage (ruang kosong tangki), serta indikator lainnya seperti DOT dan CD.

Untuk stok yang tersedia dijabarkan Manager Fuel Terminal Tarakan PT Pertamina Patra Niaga, Hario Somapangestu, pertamax tercatat memiliki pumpable stock 76 KL.

Ada pertalite, 657 KL. Biosolar (B40) menjadi yang terbesar dengan 4.335 KL. Kemudian untuk Solar (B0) 773 KL, Avtur ada  1.519 KL, Dexlite dan Kerosene tercatat dalam status DPS dan DPK.

Baca juga: Soal Antrean Panjang Kendaraan di APMS Tarakan dan Bulungan, Begini Penjelasan Pertamina

Pada bagian penyaluran, data menunjukkan distribusi kemarin dan rencana hari ini. Penjualan tertinggi kemarin berasal dari Biosolar (309 KL), disusul Pertalite (133 KL) dan Pertamax (31 KL). 

Sementara untuk rencana hari ini, terdapat tambahan pasokan melalui skema floating dengan jumlah signifikan, terutama Biosolar 9.500 KL dan Pertalite 1.500 KL.

Di bagian bawah laporan terdapat informasi Movement Tanker atau pergerakan kapal pengangkut BBM. Beberapa kapal yang tercatat antara lain ada MT Transko Taurus, memuat Biosolar 5.500 KL dari RU V Balikpapan/STS, telah melakukan bongkar muat pada 3 Maret 2026.

Ada MT Mutiara Global, membawa Pertalite 1.500 KL, Pertamax 500 KL, dan Biosolar 4.000 KL, dengan status waiting jetty sejak 25 Februari 2026.

Lalu ada juga MT Sultan Abdul Rahman, membawa Pertalite 2.000 KL dan Biosolar 3.000 KL, dengan estimasi kedatangan 4 Maret 2026 dan status incoming.

Baca juga: Breaking News, DPRD Kaltara Kunjugi Fuel Terminal Tarakan, Soroti Antrean Panjang Kendaraan di SPBU

Secara keseluruhan, laporan ini menggambarkan kondisi stok BBM di terminal dalam keadaan terpantau, dengan suplai rutin melalui kapal tanker untuk menjaga ketersediaan distribusi di wilayah tersebut.

Hario Somapangestu menambahkan,  di Lingkas Ujung untuk stok produk gasoline dan gasoil di momen Satgas Rafi pun dalam kondisi cukup. Itu untuk Kaltara dan Tarakan.

Selama Ramadan 2026, kebutuhan di kisaran 1.000 KL hingga 1.500 KL per day. Data tahun lalu, tidak ada peningkatan jumlah produk yang cukup signifikan. 

"Dan kami nyatakan cukup untuk stok kami di Tarakan maupun di wilayah Kaltara. Termasuk Malinau, Nunukan dan Sebatik," paparnya.

Jika ada lonjakan, pasti akan menghitung kebutuhan dan berkoordinasi dengan SBM retail.

"Namun sejauh ini kami cukup untuk kebutuhan BBM gasoline maupun gas oil di wilayah Tarakan ini," paparnya.

KUNJUNGAN DPRD KALATARA_ Momen kunjungan Anggota DPRD Kaltara di Fuel Terminal Tarakan, Kelurahan Lingkas Ujung, Rabu (4/3/2026).
KUNJUNGAN DPRD KALATARA_ Momen kunjungan Anggota DPRD Kaltara di Fuel Terminal Tarakan, Kelurahan Lingkas Ujung, Rabu (4/3/2026). (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

Di Tarakan sendiri ada APMS dan SPBU siap menyalurkan BBM.  Untuk SPBU reguler ada 4 titik. Sebarannya di Juata, Ladang, Gunung Lingkas. 

SPBU non reguler, atau yang biasa disebut APMS  ada lima. Kemudian ada SPBU non reguler juga, SPBUN untuk nelayan  ada dua unit. Lalu ada juga Pertashop 12 lembaga.

"Total itu seribu sampai seribu lima ratus KL per day. Dibagi-bagi ke Kaltara. Dan kalau kebutuhan Kota Tarakan sendiri ya, itu kisaran sebenarnya cuma 30 persen. 70 persennya itu malah kita kapalkan, kita backloading-kan ke wilayah-wilayah sekitar. Seperti Malinau, Nunukan," ujarnya.

Untuk Tarakan diperkirakan 300-400 KL per day yang dialokasikan. History tahun 2025, konsumsi gasolin menurun karena diperkirakan banyak waga mudik.

"Cuma untuk gasolin itu agak menurun. Tapi sedikit saja sih. Kisarannya masih hampir sama," paparnya.

Secara umum ia menyampaikan pengiriman selalu diupayakan. Baik menggunakan longboat sampai ke pelosok dan  juga menggunakan pesawat mengirim BBM 1 harga ke perbatasan.

"Di kontrak kami tidak kecil. Ada beberapa ditanggung Pertamina. Kami tetap  maksimalkan penyaluran BBM ke Kaltara. Semoga sinergi ini ke depannya bisa tetap berjalan. Kami terbuka segala masukan," tukasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.