TRIBUNJATIM.COM - Kasus pencurian dengan kerugian Rp 198 juta terjadi di Rumah Sakit (RS) Gema Santi, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.
Pelaku adalah pria berinisial IWK.
Lansia berusia 65 tahun itu mencuri di rumah sakit pada Minggu (1/3/2026).
Warga Desa Klumpu itu diamankan oleh jajaran Polsek Nusa Penida pada Selasa (3/3/2026).
Baca juga: Viral Sejoli Terekam CCTV Berkomplot Curi Motor di Parkiran Kos Surabaya, Pelaku Diincar Polisi
Proses pengamanan pelaku yang dilakukan oleh Tim Jalak dipimpin Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya SH.
Diketahui bahwa awalnya korban meninggalkan tas berwarna cokelat di dalam lemari Kamar Srikandi.
Ketika itu istri korban tengah menjalani perawatan.
Tas tersebut berisi uang tunai sekitar Rp 6 juta, identitas diri, serta perhiasan emas sebanyak kurang lebih 80 gram.
Barang tersebut tertinggal saat korban pindah ke ruang VIP.
Namun keesokan harinya, ternyata tas tersebut sudah tidak ada di tempat semula.
Ketika dilakukan pengecekan, ternyata CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian sedang dalam perbaikan.
Kondisi itu pun menjadi kendala dalam proses pencarian pelaku.
Tim Jalak kemudian menggunakan metode penyelidikan berbasis Scientific Investigation.
Petugas melakukan pendalaman keterangan saksi, analisis situasi TKP, serta rangkaian langkah teknis lainnya.
Hingga akhirnya diketahui terduga pelaku adalah IWK.
Kesuma Jaya menyampaikan langkah ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami pastikan setiap laporan masyarakat akan kami tindaklanjuti dengan cepat dan serius,” jelas dia, Rabu (4/3/2026), melansir dari Kompas.com.
Dia juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menyimpan barang berharga.
Selain itu, Kesuma Jaya meyakinkan masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menemukan atau mengalami tindak pidana.
Sebuah video menampilkan pria mencuri handphone di gerai ayam geprek Stasiun Gubeng Lama, Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya pada Selasa (24/2/2026) sore viral di media sosial.
Satu di antara akun yang mengunggah adalah akun Instagram (IG) @aslisuroboyo.
Dalam video viral berdurasi 19 detik tersebut, pelaku beraksi seorang diri.
Pelaku memakai pakaian kaus lengan panjang biru tua, membawa tas selempang hitam, memakai masker hitam dan topi.
Semula ia tampak berjalan seperti pengunjung stasiun lainnya.
Namun, langkah kakinya berhenti tepat di meja gerai yang terpantau sepi. Kemudian, pria tersebut mengambil ponsel berwarna hitam itu.
Baca juga: Kepergok Curi Motor di Duduksampeyan, Maling Lompat ke Trailer sebelum Ditangkap Warga
Sebelum membawa kabur ponsel tersebut, pelaku sempat berlagak memainkan ponsel curian seperti miliknya pribadi.
Warganet pun turut memberikan komentar atas viralnya video pencurian di toko ayam geprek tersebut.
"Waspada wong sing nggawe masker (artinya: waspadai orang memakai masker)," tulis akun @rahmankayzam.
"Wes peteng, nek ape riyoyo rame maling ngene iki (artinya; mungkin sudah panik, apalagi mau hari raya)," tulis komentar akun @ekikakhmadbasofi.
"Podo warga sipil e kok mbok colongii. Astagfirullah Astagfirullah (artinya: sesama warga biasa kok dicuri)," tulis komentar akun @okymelinda1.
Informasinya, ponsel yang dicuri merupakan ponsel operasional milik gerai ayam geprek tersebut.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, pihak tenant yang kehilangan ponsel memilih tidak melapor ke polisi.
"Korban tidak mau melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Jumat (27/2/2026).
Baca juga: Rusak Pintu Gerbang, Pria di Mojokerto Curi L300, Kaki Pelaku Kena Timah Panas
Namun, lanjut Mahendro, pihaknya bakal meningkatkan keamanan dan pengawasan pelayanan stasiun untuk mengantisipasi agar peristiwa serupa tidak terjadi kembali.
"Kami antisipasi, dengan meningkatkan pengawasan, terutama apabila ditemui seseorang dengan ciri-ciri yang sama," pungkasnya.
Di lain sisi, TribunJatim.com berusaha mengonfirmasi terkait kasus tersebut kepada Kapolsek Tambaksari Polrestabes Surabaya Kompol Didik Tri Wahyudi.