CT ARSA Foundation berkolaborasi dengan AirNav Indonesia dan Sakinah Finance menggelar program literasi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama komunitas disabilitas. Acara ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi dan rasa percaya diri para penyandang disabilitas di tengah tantangan sosial yang mereka hadapi.
Program bertajuk "Literasi dan Ta'awun Disabilitas" ini digelar di Masjid Ummar Bin Khattab Jatinegara dan dihadiri oleh sekitar 500 peserta penyandang disabilitas dari berbagai yayasan di Jakarta, mulai dari tuna rungu, tuna netra, tuna daksa, hingga disabilitas mental. Mengingat para peserta didampingi oleh keluarga, total kehadiran di lokasi mencapai kurang lebih 1.000 orang.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko AirNav Indonesia, Azizatun Azhimah, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
"Hari ini adalah kolaborasi dari orang-orang baik untuk menguatkan kemandirian kaum disabilitas. Kami memberikan berbagai pelatihan agar mereka bisa lebih berdaya guna dan mandiri untuk berkarya terlepas dari keterbatasan yang dimiliki," ujar Azizatun di Masjid Ummar Bin Khattab Jatinegara, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Acara ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi dan rasa percaya diri para penyandang disabilitas di tengah tantangan sosial yang mereka hadapi.. (Rachma Indira/detikcom)
|
Secara khusus, para peserta mendapatkan pembekalan melalui tiga jenis pelatihan utama, yakni pelatihan bisnis syariah, pelatihan bekerja di lembaga keuangan syariah, serta pelatihan bekerja di lembaga zakat dan wakaf. Ketiga pelatihan tersebut dibimbing langsung oleh 20 trainer dari Sakinah Finance.
Operations Manager CT ARSA Foundation, Elsa Kartika Sari Sunarya, menekankan bahwa kolaborasi dengan AirNav Indonesia sudah terjalin lama. Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
"Ini adalah bentuk dukungan kami untuk kebangkitan kaum dhuafa, terutama disabilitas. Visi besar CT ARSA Foundation adalah memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas dan kesehatan yang mumpuni. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut demi menuntaskan misi kemanusiaan tersebut," ungkap Elsa.
Pendiri Sakinah Finance, Murniati Mukhlisin, memaparkan data di mana terdapat sekitar 28 juta penyandang disabilitas di Indonesia yang mayoritas masih hidup di bawah garis kemiskinan. Dia memperkenalkan istilah "miskin berpangkat" untuk menggambarkan kondisi penyandang disabilitas yang termarginalkan secara ekonomi, pendidikan, dan sosial.
CT ARSA Foundation berkolaborasi dengan AirNav Indonesia dan Sakinah Finance menggelar program literasi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama komunitas disabilitas (Rachma Indira/detikcom)
|
"Lewat program ini, kami ingin ekonomi syariah dirasakan oleh semua. Kami tidak bagi-bagi sembako, tapi bagi-bagi ilmu. Kami memberikan pembekalan bisnis syariah, serta pelatihan agar mereka siap bekerja di lembaga keuangan syariah maupun lembaga zakat dan wakaf supaya mereka mandiri secara finansial," tegas Murniati.
Acara yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan momen buka puasa bersama. Harapannya, acara ini dapat mempererat tali silaturahmi antara ketiga perusahaan dan komunitas disabilitas dalam kebersamaan.
Program bertajuk "Literasi dan Ta'awun Disabilitas" ini digelar di Masjid Ummar Bin Khattab Jatinegara dan dihadiri oleh sekitar 500 peserta penyandang disabilitas dari berbagai yayasan di Jakarta, mulai dari tuna rungu, tuna netra, tuna daksa, hingga disabilitas mental. Mengingat para peserta didampingi oleh keluarga, total kehadiran di lokasi mencapai kurang lebih 1.000 orang. (Rachma Indira/detikcom)
|










