TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jalur-jalur penyangga wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi prioritas penanganan dalam proyek perbaikan jalan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY menginstruksikan jajarannya untuk memprioritaskan akses yang kerap dilalui wisatawan agar proses penambalan lubang jalan dapat rampung tepat pada H-3 Lebaran.
Keputusan untuk menetapkan tenggat pada H-3 didasari oleh antisipasi terhadap pergerakan pemudik yang diprediksi akan memadati wilayah Yogyakarta lebih awal dari jadwal cuti bersama.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan bahwa pengerjaan fisik di lapangan harus segera diselesaikan sebelum arus kendaraan mencapai puncaknya.
Menurutnya, mobilitas masyarakat menuju Yogyakarta seringkali mulai meningkat signifikan beberapa hari sebelum memasuki masa puncak mudik.
“Paling tidak tuh H-3 lah Kadang-kadang tuh orang sudah mulai curi start,” ujar Ni Made Dwipanti Indrayanti, Rabu (4/3/2026).
Pemerintah DIY saat ini tengah memetakan dan mengeksekusi perbaikan di sejumlah titik vital.
Fokus pengerjaan difokuskan pada jalur-jalur utama yang menghubungkan pusat kota dengan wilayah penyangga di sisi utara.
“Jalan Monjali (Monumen Jogja Kembali) terus ke utara (perbaikan). Kalau yang jalan Kaliurang itu ya, segmen dari yang mana ya Pasar Umbul itu ke utara,” tuturnya merinci lokasi pengerjaan.
Selain memastikan kelancaran arus mudik, Pemerintah DIY memberikan atensi khusus pada sektor pariwisata yang diprediksi akan melonjak selama libur Lebaran.
Made secara eksplisit meminta jajarannya untuk menyisir kembali jalur-jalur menuju destinasi wisata yang masih mengalami kerusakan.
Ia menekankan pentingnya respons cepat dalam pengusulan perbaikan jalan pada akses-akses yang menjadi tumpuan kendaraan wisatawan.
“Kalau memang berkaitan dengan akses yang cukup sering dilalui oleh wisatawan, mohon untuk segera diprioritaskan,” tegas Made.
Meski demikian, Made mengakui adanya kendala finansial yang membuat skema perbaikan belum bisa dilakukan secara menyeluruh melalui rekonstruksi aspal baru.
Keterbatasan anggaran membuat Pemda DIY saat ini hanya mampu melakukan penanganan darurat berupa penambalan lubang demi menjamin keselamatan pengguna jalan.
“Memang, sejauh ini ya, memang sampai kemarin juga ada kejadian mungkin jeglongan ya, kita hanya cuma bisa patching ya, dalam artian ya tambal sulam situ aja,” ungkapnya.