Sopir Angkot hingga Tukang Becak di Jabar Bakal Dapat Uang Saku, tapi Dedi Mulyadi Beri Satu Syarat
Seli Andina Miranti March 04, 2026 11:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bakal memberikan bantuan uang saku terhadap para pekerja seperti sopir angkot, tukang becak, dan tukang andong selama seminggu dengan catatan tak beroperasi pada seminggu sebelum dan setelah Lebaran 2026 yang berada di jalur mudik di Jawa Barat.

Kebijakan itu dia sampaikan saat kegiatan silaturahim Ramadan di Mapolda Jabar yang dihadiri Kapolri, Jenderal Listyo Sigit, Rabu (4/3/2026).

Menurut Dedi Mulyadi, tugas Polri akan berat seminggu ke depan, yakni mengamankan arus mudik Lebaran 2026, sehingga Pemprov Jabar tak akan membebankan dengan beban yang berat.

Baca juga: Dedi Mulyadi Siapkan Hotline untuk Warga Jabar di Timur Tengah, Pastikan Keamanan

"Seluruh jalur mudik yang ada angkot, becak, andong, dan berbagai hal lainnya dalam mencari nafkah, seminggu sebelum dan setelah Lebaran di daerah itu diliburkan seminggu dan mereka akan mendapatkan uang saku selama mereka libur, agar arus tak ada penyumbatan, serta pemudik yang mudik bisa lewat Jabar dengan tentram, nyaman, dan jalannya mulus," ujar KDM.

Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan sebelumnya pernah berbicara terkait persiapan pengamanan menjelang arus mudik maupun balik Lebaran 2026. Menurut Rudi, pihaknya telah menganalisa apa yang telah terjadi dan alami permasalahan pada tahun sebelumnya.

"Kami ingin tahun ini lebih sukses kembali dalam pelaksanaan pengamanan mudik Lebaran. Lebih sukses indikatornya bahwa nanti masyarakat atau pemudik benar-benar merasakan dalam perjalanannya menuju tempat tujuan itu nyaman, aman, dan lancar. Pasti terjadi kepadatan dan kami hadir di sana untuk membuat kepadatan itu tak menjadi suatu halangan atau gangguan," katanya, Jumat (27/2/2026) di Tasikmalaya.

Kapolda menambahkan, pelayanan-pelayanan di ruas jalan baik arteri maupun tol akan ditingkatkan, semisal selain ada tim pengurai kemacetan, nanti ketika waktu berbuka para personel akan membagikan takjil ke para pengendara atau pengemudi yang ada di jalan.

"Nanti juga akan ada kerjasama dengan dewan masjid Indonesia untuk masjid-masjid di jalan arteri guna menyediakan tempat peristirahatan," katanya.

Secara umum kondisi arus lalu lintas dari Nagreg atau jalur Nagreg, Garut, hingga Tasikmalaya, Irjen Rudi menegaskan jalur-jalur tadi memang secara infrastruktur berpotensi terjadinya kepadatan karena jalan menurun, menanjak, ada rel kereta api, dan sebagainya, termasuk melewati pasar. Itu memang komponen-komponen yang memengaruhi kelancaran lalu lintas. 

Baca juga: Dedi Mulyadi Kaget 42 Jembatan di Jabar Terancam Roboh, Siapkan Pinjaman Rp2 T Demi Infrastruktur

"Tapi, kami sudah antisipasi, termasuk juga kerjasama dengan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi untuk misalnya ada angkot atau andong yang kira-kira akan menghalangi itu, kami minta kerjasamanya supaya pada masa mudik lebaran mereka dapat bekerja melayani masyarakat dengan ketertiban sesuai dengan yang kami harapkan supaya lancar," katanya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.