SURYA.CO.ID, GRESIK – Ekspor perdana solar glass dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik menjadi tonggak baru hilirisasi industri dan penguatan sektor energi hijau nasional.
Sebanyak 10 kontainer solar glass menghasilkan devisa senilai lebih dari Rp 1,9 miliar resmi diberangkatkan menuju India pada awal Maret 2026.
Produk tersebut diproduksi oleh PT Xinyi Solar Indonesia, pelaku usaha baru di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik.
Perusahaan ini memiliki kapasitas produksi yang besar, yakni kaca solar sebesar 750 ribu ton per tahun, kaca lembaran 1,6 juta ton per tahun, serta kaca pengaman 707 ribu ton per tahun.
Kapasitas tersebut menunjukkan kesiapan perusahaan dalam mendukung industri kaca dan energi surya dunia.
Ekspor ini menghasilkan devisa lebih dari Rp1,9 miliar dan menjadi simbol kesiapan KEK Gresik sebagai pusat industri manufaktur dan energi terbarukan di Indonesia.
Baca juga: Pemkab Gresik Kucurkan Rp 9,3 Miliar untuk Bonus Atlet Peraih Medali Porprov IX Jatim 2025
Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Asep Munandar, menegaskan bahwa capaian ini bukan hanya keberhasilan perusahaan semata.
“Kami memandang investasi dan ekspor ini sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berperan sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Bea Cukai hadir untuk memastikan fasilitas kepabeanan mendukung percepatan realisasi proyek strategis nasional secara optimal dan akuntabel,” ujarnya.
Asep sapaan akrabnya, menambahkan, keberadaan KEK JIIPE sebagai Proyek Strategis Nasional memperkuat posisi Gresik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis industri hilir dan energi bersih.
Baca juga: Pria Gresik Kena Tipu Rekannya, Diajak Bisnis Cuci Mobil, Ujung-ujungnya Kendaraannya yang Raib
Sementara itu, Kepala Administrator KEK Gresik, Ibnu Sina, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bea Cukai Gresik atas dukungan yang diberikan.
Menurutnya, kolaborasi solid antarinstansi menjadi kunci menciptakan kepastian layanan bagi pelaku usaha di kawasan.
Ibnu Sina menjelaskan, dari lima klasterisasi industri di KEK Gresik, PT Xinyi Solar Indonesia masuk dalam Klaster Industri Manufaktur dan Energi Terbarukan.
Klaster ini melengkapi klaster lainnya, termasuk Klaster Industri Hilirisasi Mineral yang sebelumnya diisi oleh PT Freeport Indonesia.
Ekspor perdana solar glass ini menjadi bukti nyata peran KEK Gresik sebagai pusat investasi baru dan pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, keberadaan industri hijau di kawasan tersebut juga mendukung pemerataan pembangunan industri di daerah, transfer teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri energi terbarukan.
Investasi industri hijau di KEK Gresik dinilai sebagai kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan transformasi struktur industri Indonesia menuju ekonomi berbasis teknologi dan energi bersih.