TRIBUNJAKARTA.COM - Program ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama DPRD DKI Jakarta dalam menghadapi tantangan global.
Baik dampak perubahan iklim, gejolak harga komoditas dunia, hingga gangguan rantai pasok internasional.
Dalam pembahasan Pra-Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Pra-RKPD) DKI Jakarta Tahun 2027, DPRD menegaskan pentingnya strategi yang komprehensif dan berkelanjutan.
Tujuannya, memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan bagi seluruh warga ibukota.
Melalui penguatan kerja sama antar daerah pemasok, optimalisasi peran BUMD pangan, serta pengembangan urban farming dan teknologi pertanian modern, Jakarta didorong untuk semakin tangguh dan mandiri dalam menjaga pasokan.
Dengan komitmen tersebut, pembahasan Pra-RKPD 2027 diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika global.
Sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan Jakarta sebagai kota megapolitan yang berdaya saing dan berkeadilan.
Ketua Komisi B Nova Harivan Paloh menekankan, isu pangan harus menjadi perhatian utama di tengah peningkatan tantangan global yang berpotensi memicu gejolak harga dan gangguan pasokan.
Nova menyampaikan, konsep ketahanan pangan mandiri tidak hanya sebatas program. Melainkan harus terwujud lewat pembinaan yang konsisten dan terstruktur kepada masyarakat.
Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta perlu semakin aktif melakukan pendampingan kepada warga. Khususnya kelompok tani (Poktan).
Dengan begitu, Poktan mampu mengembangkan sumber pangan secara mandiri di wilayah masing-masing. "Bisa dengan cepat belajar terkait dengan pangan-pangan mandiri di wilayah-wilayah," tutur dia.
Menurut dia, penguatan kapasitas masyarakat melalui Poktan menjadi langkah strategis membangun sistem pangan berbasis komunitas.
Dengan pembinaan yang tepat, masyarakat mampu belajar dan menerapkan praktik pertanian maupun budidaya pangan mandiri secara lebih cepat dan efektif.
Kondisi global yang tidak menentu, termasuk potensi resesi dan konflik geopolitik, lanjut Nova, dapat berdampak langsung pada ketersediaan dan harga pangan. Antisipasi jangka panjang, Kota Jakarta harus punya sumber daya pangan tersendiri.
Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi, namun terkait stabilitas harga, distribusi, serta daya beli masyarakat.
Karena itu, perumusan kebijakan dalam Pra-RKPD 2027 harus mampu menjawab tantangan tersebut secara komprehensif.
"Misalnya mungkin ada resesi, ada segala macam kita udah aman. Harus concern di situ," kata Nova.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Suharini Eliawati mengakui, tantangan global saat ini memberikan tekanan tersendiri bagi DKI Jakarta. Terutama di sektor pangan.
Pengelompokan atau pembagian komoditas pangan strategis menjadi langkah penting untuk menentukan prioritas kebijakan.
Dengan pemetaan yang jelas, Pemprov DKI Jakarta dapat lebih fokus menjaga pasokan. Sekaligus mengendalikan potensi lonjakan harga yang berpengaruh terhadap inflasi daerah.
"Kita akan membagi pangan strategis kemudian pengaruhnya terhadap inflasi dan yang tidak kalah pentingnya untuk Jakarta bagaimana ketersediaan kita terhadap impor," kata Eli.
Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mendukung penuh komitmen Pemprov DKI Jakarta menjamin pemenuhan pangan yang aman, terjangkau dan bergizi untuk seluruh masyarakat.
Satu di antaranya melalui penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Pangan.
Ranperda tersebut dinilai penting agar ketersediaan, keamanan, dan kesehatan pangan terjamin mutu kualitasnya bagi masyarakat.
Apalagi jumlah penduduk DKI Jakarta pada 2024 mencapai 10,6 juta jiwa dengan kepadatan penduduk mencapai 16 ribu per kilometer persegi.
"DKI Jakarta yang penduduknya besar dan kebutuhannya banyak ini agar terjamin jumlah pangannya, keamanan pangannya, serta kesehatan pangannya," ujar Khoirudin.
Perda tersebut nantinya akan menjadi payung hukum bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjalin kerja sama dengan berbagai daerah. Termasuk lembaga-lembaga pemerintah untuk menjaga pasokan pangan.