Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel dan Amerika Serikat mulai berdampak pada psikologi pasar di tingkat Daerah.
Baca juga: Isu Kelangkaan BBM Picu Panic Buying, SPBU di Takengon Diserbu Warga
Di Kabupaten Bener Meriah, warga mulai menyerbu sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Pertashop karena khawatir akan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), Rabu (4/3/2026).
Berdasarkan pantauan TribunGayo.com di lapangan, peningkatan volume kendaraan di SPBU sudah terjadi sejak Rabu pagi.
Tren ini berlanjut hingga malam hari, di mana warga kembali memadati area pengisian bahan bakar sesaat setelah pelaksanaan ibadah salat Tarawih.
Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang terlihat mengular hingga ke bahu jalan raya.
Fenomena panic buying ini diduga dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap stabilitas pasokan energi global akibat ketegangan geopolitik yang kian memanas.
"Sejak pagi kondisi antrean di SPBU Pante Raya sudah padat, takut gak kebagian minyak malam ini kami pun ikut antri," ujar Dedi Safrizal warga Pante Raya.
Baca juga: Krisis BBM di Aceh Tenggara, 2 SPBU Tutup, Kendaraan Bermotor Antrean Panjang
Ia mengatakan memilih antre lantaran trauma kelangkaan BBM seperti yang terjadi saat bencana kemarin bahkan harga pun ikut melambung.
"Rupanya SBPU Pante Raya malam ini tutup, terpaksa besok pagi lagi mengantre," ungkapnya.
Warga lainnya, Irwan, mengaku rencana hendak melakukan pembelian bahan bakar lebih banyak dari biasanya akibat pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadia yang menyebut bahwa cadangan minyak RI akan tersedia untuk 20 hari ke depan.
"Iyalah takut tak ada BBM apalagi jelang lebaran ini, tapi ya kita harapkan pasokan BBM tetap normal," harapnya.
Sementara salah satu pekerja di SPBU Pante Raya Imamsyah mengonfirmasi bahwa operasional pengisian bahan bakar terpaksa dihentikan malam ini karena tidak ada petugas kerja.
"Pasokan BBM ada, tapi malam ini kami tidak buka karena keterbatasan anggota kerja besok lah kami buka lagi, kami harap warga tak perlu panik stok dikita aman," pungkasnya.
Kondisi di sekitar lokasi mulai kondusif, meski beberapa kendaraan masih terlihat bertahan di sekitar area SPBU. (*)
Baca juga: Warga Aceh Tenggara Keluhkan Stok BBM Solar Subsidi Kosong di SPBU Wilayah Karo