SURYA.CO.ID, JEMBER - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember melakukan pemeriksaan intensif terhadap mesin lokomotif pada Rabu (4/2/2026). Langkah ini dilakukan, untuk memastikan kesiapan armada perkeretapian dalam menghadapi masa angkutan mudik Lebaran pada 11-30 Maret 2026.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengungkapkan bahwa pengecekan lokomotif ini mencakup pemantauan angin, diesel, kelistrikan hingga bagian mekanik.
"Memastikan seluruh sistem lokomotif bekerja optimal. Konsistensi dalam perawatan tidak hanya memperpanjang usia teknis sarana, tetapi juga mendukung efisiensi energi melalui performa mesin maksimal," ujar Cahyo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan mesin, Cahyo memastikan 11 lokomotif milik Daop 9 Jember dalam kondisi normal.
Seluruh unit tersebut, dinyatakan siap mengangkut penumpang di masa mudik Lebaran mendatang.
Berikut rincian armada yang disiapkan Daop 9 Jember:
"11 lokomotif dan 109 kereta disiapkan untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat selama periode angkutan lebaran," ucapnya.
Selain menyiagakan armada utama, penyiapan lokomotif cadangan dan kereta tambahan dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjamin kelancaran operasional di lapangan.
Untuk memastikan keselamatan penumpang, seluruh armada Daop 9 Jember juga wajib melewati pemeriksaan kelaikan teknis (ramp check) secara ketat. Pengujian ini dilakukan secara kolaboratif bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya.
"Hasil pemeriksaan lapangan tersebut, seluruh lokomotif dan kereta di Daop 9 Jember dinyatakan memenuhi standar teknis dan siap melayani mobilitas masyarakat selama mudik lebaran," paparnya.
Cahyo menegaskan, bahwa standar teknis yang ketat menjadi prioritas utama untuk menjamin kenyamanan dan keamanan seluruh pengguna jasa kereta api selama periode puncak arus mudik.