5 Populer Regional: Bos Rokok HS Minta Maaf - Viral Pemuda Makassar Tewas Tertembak Polisi
Tiara Shelavie March 05, 2026 07:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai update kecelakaan bos rokok HS, Muhammad Suryo.

Dalam video terbaru, Muhammad Suryo meminta maaf kepada pengendara yang ikut terlibat dalam kecelakaan, pada Minggu (1/3/2026) sore.

Perwakilan Muhammad Suryo menyambangi korban, Abdullah dan sang anak, Deva di Wates, Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sebagai bentuk tanggung jawab.

Kemudian ada viralnya seorang polisi tidak sengaja menembak mati pemuda bernama Bertrand Eka Prasetyo (18) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Senjata api tersebut belakangan diketahui milik Iptu N.

Kejadian ini bermula saat Iptu N berusaha saat membubarkan main tembak-tembakan pemuda di badan Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Minggu (1/3/2026).

Berikut rangkuman berita populer regional selama 24 jam terakhir:

1. Bos Rokok HS Muhammad Suryo Minta Maaf, Janji Beri Beasiswa Sekolah Anak Korban hingga Kuliah

TANGGUNG JAWAB: Perwakilan keluarga pengusaha rokok HS, Muhammad Suryo (tengah, memegang gawai), memfasilitasi panggilan video untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Abdullah yang tengah menjalani perawatan di RSUD Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (3/3/2026).
TANGGUNG JAWAB: Perwakilan keluarga pengusaha rokok HS, Muhammad Suryo (tengah, memegang gawai), memfasilitasi panggilan video untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Abdullah yang tengah menjalani perawatan di RSUD Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (3/3/2026). (HO/IST/Tribun Jogja)

Bos rokok HS, Muhammad Suryo meminta maaf pada korban kecelakaan lalu lintas yang menewaskan sang istri.

Muhammad Suryo mengalami kecelakaan saat mengendarai motor gede (moge) Harley Davidson bersama istrinya, Anis Syarifah di Jalan Wates-Purworejo, tepatnya di Palihan, Temon, Kulon Progo, pada Minggu (1/3/2026) sore.

Moge yang dikendarai bos HS itu diduga menabrak motor Jupiter MX yang dikendarai oleh ayah dan anak.

Akibat kecelakaan, Suryo disebut mengalami kritis dan dirawat di Jogja International Hospital.

Sementara sang istri meninggal dunia di tempat.

Sementara korban pengendara Jupiter MX menjalani perawatan di RSUD Wates.

Kini, pihak Muhammad Suryo menyambangi korban, Abdullah dan sang anak, Deva di Wates sebagai bentuk tanggung jawab.

Suryo juga meminta menyempatkan melakukan panggilan video alias video call untuk mengucapkan permohonan maaf pada Abdullah.

Video permintaan maaf tersebut diunggah artis Erick Estrada pada Selasa (3/3/2026).

Nampak Suryo dan Abdullah sama-sama masih menggunakan pakaian operasi.

Mereka sama-sama terlentang di bed rumah sakit.

Keduanya saling mengucapkan maaf dan sepakat untuk mengakhiri insiden kecelakaan dengan jalur damai.

"Saya minta maaf ya Pak kalau ada salah ya," ucap Suryo.

"Sama-sama Pak. Saya juga mohon maaf ya Pak," jawab Abdullah.

"Kalau istriku ada salah, aku mohon maaf ya Pak," lanjut Suryo meminta maaf atas almarhum istrinya.

Baca selengkapnya.

2. Profil Mohammad Yulian Akbar, Sekda Pekalongan yang Ikut Kena OTT KPK, Hartanya Rp3,8 Miliar

OTT KPK DI PEKALONGAN - Foto Sekda Pemkab Pekalongan, Mohammad Yulian Akbar yang ikut kena OTT KPK bersama  Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, pada Selasa (3/3/2026).
OTT KPK DI PEKALONGAN - Foto Sekda Pemkab Pekalongan, Mohammad Yulian Akbar yang ikut kena OTT KPK bersama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, pada Selasa (3/3/2026). (Istimewa/prokompim.setda.pekalongankab.go.id)

Total ada 12 orang yang ikut terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.Dua di antaranya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dan Sekda Pemkab Pekalongan, Mohammad Yulian Akbar.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, 12 orang itu berasal dari berbagai latar belakang, mulai kepala daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga swasta.

"Salah satunya adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pekalongan,” ujar dia kepada Tribunnews.com, Selasa (3/3/2026).

Budi melanjutkan, ke-12 orang sudah tiba di gedung KPK Jakarta guna dimintai keterangan.

Keterangan dari setiap pihak yang diamankan dibutuhkan untuk melengkapi bukti-bukti awal yang sudah dikumpulkan dalam tahap penyelidikan tertutup ini.

Sementara dugaan kasusnya adalah pengadaan barang dan jasa di Pemkab Pekalongan.

"Adapun dugaan tindak pidana korupsi dalam peristiwa tertangkap tangan ini adalah berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa," imbuh Budi.

Siapa Mohammad Yulian Akbar?

Dirangkum dari prokompim.setda.pekalongankab.go.id, Yulian kecil lahir di Pekalongan, pada 10 Juli 1975 silam.

Ia kini telah berusia 51 tahun.

Baca selengkapnya.

3. Sosok Pelaku Pembunuhan Pasutri asal Pakistan di Bogor, Motif Sakit Hati Dituduh Mencuri

PEMBUNUHAN BOS TOKO REMPAH: MH (22) pelaku pembunuhan terhadap pasutri warga negara Pakistan di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor yang jasadnya dibuang ke wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (3/3/2026).
PEMBUNUHAN BOS TOKO REMPAH: MH (22) pelaku pembunuhan terhadap pasutri warga negara Pakistan di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor yang jasadnya dibuang ke wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (3/3/2026). (HO/IST/TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani)

Pasangan suami istri asal Pakistan tewas dibunuh karyawannya di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu (1/3/2026) malam.

Korban memiliki toko rempah-rempah di Pasar Cisarua, Bogor dan telah mempekerjakan pelaku berinisial MH (22) selama tiga tahun.

Pembunuhan dilakukan di rumah korban di kawasan Puncak.

Jasad kemudian dibuang menggunakan mobil ke Padalarang, Bandung Barat.

Jarak dari Puncak ke Padalarang sekitar 70 kilometer atau menempuh perjalanan sekitar 2 jam 30 menit.

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, mengatakan kasus pembunuhan telah direncanakan pelaku dengan membawa senjata tajam ke rumah korban.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku sakit hati karena sering dituduh mencuri.

"Pelaku sudah masuk terlebih dahulu ke rumah tersebut dari pukul 16.00 WIB menunggu kedua korban itu kembali ke rumahnya, sekitar pukul 19.00 WIB kemudian terjadi pembunuhan," ungkapnya, dikutip dari TribunnewsBogor.com.

Setelah membuang jasad, pelaku kembali ke rumahnya di Desa Batulayang, Cisarua yang jaranya dekat dengan toko korban.

"Jadi si korban ini memiliki sebuah toko, toko di Pasar Cisarua, dan pelaku ini adalah karyawan dari korban yang bersangkutan," lanjutnya.

Penangkapan dilakukan di rumah pelaku pada Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

"Jadi di situ bisa terlihat bahwa Satreskrim dan Polsek bisa berkoordinasi secara cepat sehingga dalam waktu kurang dari 12 jam itu pelaku sudah bisa tertangkap," tandasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Anggi Eko Prasetyo, menerangkan pembunuhan dilakukan satu per satu menggunakan golok.

Baca selengkapnya.

4. Kecelakaan di Exit Tol Bawen Semarang, Truk Diduga Rem Blong Tabrak 10 Kendaraan

KECELAKAAN BERUNTUN - Kejadian kecelakaan beruntun terjadi di Exit Tol Bawen, Selasa (3/3/2026). Kecelakaan yang diketahui terjadi sekira pukul 19.00 melibatkan 10 kendaraan.
KECELAKAAN BERUNTUN - Kejadian kecelakaan beruntun terjadi di Exit Tol Bawen, Selasa (3/3/2026). Kecelakaan yang diketahui terjadi sekira pukul 19.00 melibatkan 10 kendaraan. (Istimewa/TRIBUN JATENG/dok warga)

Kecelakaan yang melibatkan 10 kendaraan terjadi di Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Kecelakaan beruntun ini pertama kali dilaporkan pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 18.45 WIB.

Rekaman setelah kecelakaan tersebar luas di media sosial, seperti diunggah akun Instagram @portalsemarang.

Pada awal video terdengar jelas raungan sirine mobil ambulans.

"Mobilnya ini lo yang (remnya) blong," kata seseorang dalam video.

Dalam rekaman juga terlihat jelas para korban yang bergelimpangan di jalanan.

Kasatlantas Polres Semarang, AKBP Lingga Ramadhani membenarkan kejadian ini.

Ia menguraikan ada total 10 kendaraan yang terlibat kecelakaan, baik roda dua maupun roda empat.

"Sementara update melibatkan truk box, 8 motor dan 1 KBM expander," katanya, dikutip dari TribunJateng.com, Selasa (3/3/2026).

Untuk informasi sementara tidak ada korban yang meninggal dunia.

Para korban telah dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Baca selengkapnya.

5. Pemuda di Makassar Tewas Tertembak Polisi, Kapolrestabes: Meletus Tidak Sengaja

PENEMBAKAN - Suasana rumah mendiang Bertrand Eka Prasetyo, Jl Toddopuli I, Lorong IV, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/3/2026). Sejumlah tamu datang melayat (Tribunnews.com/Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi)

Seorang pemuda bernama Bertrand Eka Prasetyo (18) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) tewas akibat letusan senjata api dari personel polisi.

Oknum polisi tersebut diketahui berinisial Inspektur Satu (Iptu) N. Iptu adalah perwira pertama tingkat dua di Polri, setara dengan letnan satu di TNI.

Bertrand meninggal dunia usai tertembak senjata milik Iptu N saat membubarkan aksi tembak-tembakan pemuda di badan Jl Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Minggu (1/3/2026).

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengungkapkan Kapolsek Rappocini melaporkan terkait anak-anak muda yang sedang bermain senapan omega pada pukul 07.00 WIB.

"Dan di situ lalu mencegat orang-orang yang jalan ya, lalu mendorong orang yang jalan juga," kata Kombes Arya di Makassar, Selasa (3/3/2026) malam.

Aksi tembak-tembakan yang belakangan viral itu, dianggap meresahkan warga karena berlangsung di badan jalan.

Iptu N yang mendapat laporan itu, kata Arya, pun mendatangi lokasi seorang diri mengendarai mobil 

"Ketika datang ke TKP bertepatan dengan seorang anak muda atas nama Betran pada waktu itu sedang melakukan tindakan yang cukup keras kepada salah seorang pengendara motor," terang Arya.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.