Saya minta supaya yang menerima bisa lebih banyak. Cukup berasnya dikurangi dari sebelumnya. Misalnya, berasnya 5 kilogram, ada gula, ada minyak, dan sebagainya
Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalokasikan anggaran Rp30 miliar untuk paket bantuan Ramadhan 1447 Hijriah/2026 bagi masyarakat kurang mampu.
"Program paket sembako ini sebagai bentuk kepedulian dan meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat kurang mampu pada bulan Ramadhan," kata Bupati Lombok Timur Haerul Warisin di Lombok Timur, Rabu.
Ia mengatakan dengan bantuan tersebut dipastikan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk dalam mengendalikan tekanan ekonomi di tengah kebutuhan yang meningkat saat Ramadhan.
“Sembako Ramadhan ini untuk masyarakat miskin dan diharapkan memiliki dampak ekonomi masyarakat terbantu," katanya.
Meski saat ini mengalami efisiensi, kata dia, pemerintah daerah menganggarkan sekitar Rp30 miliar untuk bantuan tersebut. Namun demikian bantuan tetap disalurkan dengan penyesuaian komposisi agar jumlah penerima bisa lebih banyak.
“Karena kami efisiensi juga dan dianggarkan Rp30 miliar. Saya minta supaya yang menerima bisa lebih banyak. Cukup berasnya dikurangi dari sebelumnya. Misalnya, berasnya 5 kilogram, ada gula, ada minyak, dan sebagainya,” kata Bupati Haerul Warisin.
Ia mengatakan bantuan tersebut rencananya akan menyasar sekitar 198.000 penerima yang masuk kategori Desil 1 dan 2, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Yang dapat itu Desil 1, 2, dan seterusnya sampai batas sekitar 198 ribu penerima,” ucapnya.
Terkait jadwal distribusi Bupati Haerul menyebut teknis pelaksanaan berada di bawah kewenangan Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur. “Untuk distribusinya, silakan tanya Dinas Sosial, karena mereka yang mengatur teknisnya,” katanya.
Dengan program sembako Ramadhan ini, lanjut dia, Pemkab Lombok Timur berharap masyarakat kurang mampu dapat menjalani bulan suci dengan lebih tenang dan kebutuhan pokok tetap terpenuhi.
"Program ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat meringankan beban mereka terkait kebutuhan pokok," katanya.







