Diduga Dianiaya karena Dua Labu Siam, Warga Cianjur Meninggal Dua Hari Setelah Dipukul Penjaga Kebun
Tim TribunTrends March 05, 2026 10:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM -- Kematian seorang warga bernama Minta (56), asal Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Korban meninggal dunia pada Senin (2/3/2026), dua hari setelah mengalami penganiayaan yang diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial UA (41).

Insiden tersebut diduga dipicu persoalan sepele, yakni dugaan pengambilan dua buah labu siam dari kebun yang dijaga oleh pelaku. Saat ini, UA yang diketahui sebagai penjaga kebun telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Mapolsek Cugenang.

Kapolsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin menjelaskan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Sabtu sore (28/2/2026). Saat itu pelaku memergoki korban sedang mengambil labu siam di kebun yang dijaganya. Karena emosi, UA kemudian mengejar korban hingga sampai di depan rumah korban.

PENGANIAYAAN WARGA CIANJUR - Ilustrasi kasus penganiayaan terhadap Minta (56), warga Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, yang meninggal dunia dua hari setelah diduga dipukul penjaga kebun berinisial UA pada Sabtu (28/2/2026). (Tribunnews Bogor/kolase istimewa)

Menurut keterangan polisi, pelaku kemudian melakukan kekerasan fisik terhadap korban secara berulang. Korban dipukul menggunakan tangan kosong dan ditendang berkali-kali hingga mengalami luka di sejumlah bagian tubuh.

"Korban mengalami luka lebam di bagian mata, kepala, dan leher, serta memar di bahu lengan, dan hidung berdarah. Korban juga sempat muntah-muntah," tutur Usep.

Aksi kekerasan tersebut juga disaksikan oleh adik korban bernama Cucum Suhenda (50). Ia mengaku melihat langsung kakaknya diperlakukan kasar oleh pelaku, namun tidak berani menghentikan karena takut ikut menjadi sasaran.

"Saya menyaksikan sampai pelakunya pulang. Pas pelakunya pulang saya baru bisa menolong," ungkap Cucum.

Setelah pelaku meninggalkan lokasi, korban berjalan sempoyongan masuk ke rumah. Dalam kondisi terluka, korban sempat menunjukkan dua buah labu siam yang diambilnya kepada sang adik.

Baca juga: Konten Kuburan Rekayasa Berujung Ricuh, Kreator Horor Komedi Diamankan Polisi Cianjur

Beberapa waktu setelah kejadian, korban mengeluhkan pusing hebat dan muntah-muntah hingga akhirnya tidak sadarkan diri. Setelah bertahan selama dua hari, Minta dilaporkan meninggal dunia di rumahnya pada Senin pagi.

Saat ini kepolisian masih menetapkan UA sebagai terduga pelaku sambil menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut. Berdasarkan pemeriksaan luar terhadap jenazah, tim medis menemukan adanya benjolan di bagian belakang kepala korban yang diduga berkaitan dengan gejala muntah dan pusing sebelum korban meninggal.

Selain itu, ditemukan pula bekas darah pada lubang hidung serta luka lecet di bagian dahi, kelopak mata kanan, leher hingga kaki korban.

Jenazah Minta kemudian dibawa ke RSUD Sayang Cianjur untuk menjalani proses autopsi guna memastikan apakah luka akibat penganiayaan menjadi penyebab utama kematian korban. Hingga kini kasus tersebut masih ditangani intensif oleh penyidik Polsek Cugenang sesuai prosedur hukum yang berlaku. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor/tsaniyah faidah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.