Viral Mahasiswa Undip Diduga Dikeroyok 30 Orang, Alami Patah Hidung dan Gegar Otak
Tim TribunTrends March 05, 2026 10:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM -- Viral di media sosial dugaan pengeroyokan terhadap Arnendo (20), mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip).

Dalam video yang beredar, mahasiswa jurusan Antropologi Sosial tersebut tampak mengalami luka di bagian wajah dan tubuhnya.

Kuasa hukum korban, Zaenal Petir, menyebut kliennya mengalami patah tulang hidung hingga gegar otak akibat dugaan penganiayaan tersebut.

"Korban anak penjual nasi goreng dihajar 30 mahasiswa Undip. Anaknya diharapkan jadi sarjana, nampaknya gagal di tengah jalan," kata Zaenal kepada Kompas.com, Rabu (4/3/2026).

Kronologi Kejadian
Peristiwa itu disebut terjadi pada 15 November 2025 sekitar pukul 10.57 WIB. Saat itu korban menerima ajakan dari seorang mahasiswa Antropologi Sosial semester 4 untuk berdiskusi di sebuah kos di Jalan Bulusan Utara Raya, Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

DUGAAN PENGEROYOKAN MAHASISWA - Kondisi Arnendo (20), mahasiswa Antropologi Sosial Universitas Diponegoro, terlihat mengalami luka di wajah usai diduga dikeroyok sekitar 30 mahasiswa di kawasan Tembalang, Kota Semarang, November 2025 lalu. (Tribunnews Bogor/Kompas.com)

"Dengan tujuan membicarakan event collective (acara musik kampus)," ungkapnya.

Sekitar pukul 22.03 WIB, korban berangkat menuju lokasi yang telah disepakati. Sesampainya di sana, korban melihat banyak orang berada di halaman kos tersebut.

Menurut Zaenal, kliennya kemudian dipaksa mengakui tuduhan melakukan pelecehan terhadap seorang mahasiswi Undip. Namun korban membantah tuduhan tersebut dan telah menjelaskan kronologi versinya.

"Saat itu korban bercanda dengan menarik tangan (mahasiswi) dengan tujuan mengajak dia menuju warung makan," ucapnya.

Baca juga: Gegar Otak, Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Mahasiswa Undip, Dipaksa Akui Lakukan Pelecehan

Zaenal menambahkan, tindakan tersebut dilakukan dalam rangka mengumpulkan tim sukses pemilihan ketua himpunan program studi Antropologi Sosial.

"Jadi tidak ada pelecehan. Menggandeng tangan di kampus dalam kondisi cukup ramai. Korban tidak sendirian," katanya.

Sekitar pukul 23.00 WIB, seorang mahasiswa semester 6 diduga mulai melakukan kekerasan dengan memukul korban beberapa kali.

"Setelah itu, mahasiswa yang ada di sana yang jumlahnya sekitar 30 orang mulai mengelilingi korban. Mereka menendang dan memukul secara bergantian. Baju, jaket, celana jeans, dan sabuk dilepas," kata Zaenal.

Ia juga menyebut ada satu mahasiswa yang sempat mencoba melindungi korban, namun didorong oleh para pelaku agar tidak ikut campur.

Penganiayaan disebut berlangsung hingga terdengar azan subuh sekitar pukul 04.15 WIB. Setelah itu korban diantar kembali ke kos.

Korban Dilarikan ke RS
Keesokan harinya, korban dibawa ke RS Banyumanik 2 dan dirawat pada 16 November 2025 mulai pukul 08.15 WIB hingga 17.00 WIB.

Selanjutnya korban dipindahkan ke RS Bina Kasih Ambarawa agar lebih dekat dengan rumahnya dan dirawat hingga 21 November 2025.

"Diagnosa dari dokter adalah korban mengalami patah tulang hidung dan gegar otak, serta gangguan saraf mata. Arnendo semester 4 berstatus cuti karena trauma, apalagi pelaku satu jurusan di Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya Undip, belum ditangkap," kata Zaenal.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena membenarkan adanya laporan terkait kasus tersebut.

"Iya betul (ada laporan tersebut)," ujarnya. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.