Respons Pejabat Iran Tanggapi Kabar Pengiriman Pesan Akhiri Perang, Bilang Pasukan AS Frustasi
Salomo Tarigan March 05, 2026 12:12 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Di tengah situasi perang berkecamuk antara Iran vs AS - Israel, muncul kabar Iran membuka perundingan perdamaian.

Tehran dikabarkan siap mengakhiri perang.

Namun, teranyar pejabat Iran membantah kabar tersebut.

Sumber itu menyebutkan Iran tidak ragu-ragu untuk menghukum musuh.

"Laporan The New York Times tentang pasukan intelijen Iran yang ingin membuka pembicaraan dengan CIA dalam upaya mengakhiri perang yang sedang berlangsung sepenuhnya salah dan merupakan operasi psikologis di masa perang," kata sumber tersebut pada Rabu (4/3/2026).

Sementara itu, dilansir dari CNN, pejabat AS mengatakan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung.

Selain itu, mereka menyebut peluang potensi "jalan keluar" tidak akan terwujud dalam waktu dekat.

Para pejabat Amerika juga mengungkapkan operasi gabungan dengan Israel untuk melemahkan program rudal Iran dan memastikan negara itu tidak dapat memperoleh senjata nuklir itu telah memasuki fase baru yang lebih intensif.

Saat pengarahan pada Rabu (4/3/2026), Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa AS baru saja memulai.

Kemudian, para anggota parlemen yang diberi pengarahan tentang Iran oleh pemerintah sehari sebelumnya mengatakan mereka tidak mendengar tujuan akhir yang jelas, termasuk potensi upaya diplomasi.

Sejumlah Negara Tawarkan Perdamaian

CNN melaporkan para pejabat AS bersikeras bahwa mereka belum melakukan pembicaraan baik secara langsung maupun melalui pihak ketiga dengan Iran sejak negosiasi nuklir gagal beberapa hari sebelum perang dimulai.

Namun, mereka telah menerima pesan dari negara-negara lain yang menawarkan bantuan untuk meredakan konflik.

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan kepada CNN pada Selasa (3/3/2026) ada hampir selusin negara yang mengubungi mereka terkait hal itu.

 Potret Gedung-gedung Iran Hancur

Citra satelit komersial yang diambil pada hari Rabu (4/3/2026), menunjukkan bahwa serangan udara AS dan Israel telah menghancurkan gedung-gedung pemerintah dan keamanan di Iran.

Gambar-gambar yang dirilis oleh Vantor menunjukkan kerusakan parah pada gedung-gedung peradilan dan intelijen, Pengadilan Revolusioner yang menangani keamanan nasional dan kasus-kasus khusus lainnya, serta markas besar Basij, cabang paramiliter dari Korps Garda Revolusi Iran.

Menurut data laporan organisasi kemanusiaan seperti Bulan Sabit Merah Iran dan konfirmasi militer dari Komando Pusat AS (CENTCOM), yang dilansir Al Jazeera, Selasa (3/3/2026), lebih dari 1.193 orang Iran tewas. Sementara, korban luka-luka mencapai 747 orang.

Citra satelit KOTA Iran
Citra satelit komersial yang diambil pada hari Rabu (4/3/2026), menunjukkan bahwa serangan udara AS dan Israel telah menghancurkan gedung-gedung pemerintah dan keamanan di Iran. Gambar-gambar yang dirilis oleh Vantor menunjukkan kerusakan parah pada gedung-gedung pemerintahan dan keamanan.

Berikut rincian jumlah korban tewas dan luka-luka di berbagai wilayah, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera:

  • Iran (24 provinsi): lebih dari 1.045 orang tewas, terluka 747 orang.
  • Iran (kapal perang): 148 orang tewas, terluka 32 orang (diselamatkan otoritas Sri Lanka).
  • Amerika Serikat: 6 tewas, terluka 18 orang (konfirmasi Pentagon).
  • Amerika Serikat: 560 sampai 650 orang terluka (klaim militer Iran IRGC, tidak diverifikasi)
  • Kuwait: 4 orang tewas
  • Uni Emirat Arab (UEA): 3 orang tewas
  • Bahrain: 2 orang tewas
  • Oman: 1 orang tewas
  • Israel: 11 orang tewas (serangan balasan dari Iran), terluka 777 orang.
  • Lebanon (Selatan): 52 orang tewas
  • Irak: 5 orang terluka.
Kondisi gedung-gedung pemerintah dan keamanan di Ibu Kota Taheran
Kondisi gedung-gedung pemerintah dan keamanan di Ibu Kota Taheran, Iran, Rabu (4/3/2026), dalam serangan udara AS dan Israel.

Sehingga berdasarkan data terkini hingga 5 Maret 2026, konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran di kawasan Teluk telah menyebabkan total kematian sekitar 1.271 orang.

Sementara, korban luka lebih dari 1.547 orang (diverifikasi), atau hingga 2.197 jika klaim Iran/IRGC benar.

Mayoritas korban berasal dari Iran, baik tewas maupun luka-luka.

Sebagaimana dilaporkan, Iran telah menyerang lokasi di setidaknya 10 negara termasuk Irak, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Yordania, Israel, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Siprus.

Dengan sasaran utama pangkalan militer Amerika Serikat dan sekutunya. Para pejabat dan kementerian pertahanan di negara-negara Teluk telah mengeluarkan laporan tentang bagaimana pertahanan udara mereka telah mencegat rentetan rudal balistik dan drone Iran.

UEA pada hari Selasa (3/3/2026) mengatakan telah mendeteksi 186 rudal balistik, delapan rudal jelajah, dan 812 drone sejak awal konflik, dan sebagian besar di antaranya berhasil dicegat.

Baca juga: Respons Polda Metro Jaya Beredarnya Surat Permintaan THR ke Pengusaha, Surat Berkop Satlantas

 (*/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: Tribunews.com/Tribunmedan

 Baca juga: Bupati Pekalongan Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT, Fadia Arafiq Masuk Jalur Belakang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.