TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN – Kondisi geografis di wilayah hulu Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berangsur membaik.
Setelah sempat dilanda luapan air, debit Sungai Sembakung dilaporkan telah kembali normal pada Rabu (4/3/2026) sore.
Di Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Tinggi Muka Air (TMA) tercatat sudah berada jauh di bawah ambang batas waspada 3 meter.
Kondisi ini memastikan tidak ada lagi pemukiman warga yang terendam banjir.
Kasubbid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, mengonfirmasi bahwa aktivitas sosial dan pendidikan di wilayah terdampak telah pulih.
“Saat ini sudah tidak ada desa yang terendam. Warga mulai beraktivitas seperti biasa dan kegiatan belajar mengajar di sekolah juga sudah berjalan normal,” jelas Hasanuddin, Kamis (5/3/2026).
Baca juga: DPRD Soroti Minimnya Penyerahan PSU di Balikpapan, Potensi Banjir dan Jalan Rusak Mengintai
Meski air telah surut, Pemerintah Kabupaten Nunukan tetap menyiagakan posko lapangan untuk menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak di enam kecamatan, yakni, Kecamatan Sembakung & Sembakung Atulai, Kecamatan Lumbis & Lumbis Ogong dan Kecamatan Lumbis Pensiangan & Lumbis Hulu
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, sarden, kopi, gula, dan teh.
Tim BPBD Provinsi Kalimantan Utara juga telah diterjunkan ke lokasi untuk memperkuat proses pemulihan pascabanjir.
Walaupun situasi terkendali, BPBD tetap mengeluarkan peringatan dini. Mengingat cuaca yang masih fluktuatif, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat di wilayah hulu yang dapat memicu kenaikan debit air sungai secara tiba-tiba.
Baca juga: DPRD Balikpapan Soroti Perumahan Tanpa Izin Picu Ancaman Banjir
"Kami meminta masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan pascabanjir dan selalu memantau informasi cuaca resmi," pungkasnya. (*)