Bacaan Injil Katolik Hari Ini Kamis 5 Maret 2026 dan Renungan Harian Katolik
Gordy Donovan March 05, 2026 09:57 AM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan Injil Katolik hari ini Kamis 5 Maret 2026.

Bacaan injil katolik hari ini lengkap renungan harian Katolik.  

Kamis 5 Maret 2026 merupakan hari Kamis Pekan II Prapaskah, Santo Yohanes Yosef, Pengaku Iman, Santo Eusebius dari Kremoana, Pengaku Iman, Gerasimos, Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Kamis 5 Maret 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 5 Maret 2026, Lazarus dan si Kaya

Bacaan Pertama Yer. 17:5-10

Beginilah firman Tuhan, “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatan sendiri, dan yang hatinya menjauh dari Tuhan!

Ia seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya hari baik; ia akan tinggal di tanah gersang di padang gurun, di padang asin yang tidak berpenduduk. 

Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air,

dan tidak mengalami datangnya panas terik; ia seperti pohon yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. 

Betapa liciknya hati, lebih licik daripada segala sesuatu! Hati yang sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? Aku, Tuhan, yang menyelidiki hati dan menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan hasil perbuatannya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm: 1:1-2.3.4.6
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.

Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya; daunnya tak pernah layu, dan apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Bukan demikianlah orang-orang fasik; mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bait Pengantar Injil Lukas 8:15
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Berbahagialah orang, yang setelah mendengar firman Tuhan, menyimpannya dalam hati yang baik dan menghasilkan buah dalam ketekunan.

Bacaan Injil Luk. 16:19-31

"Engkau telah menerima segala yang baik, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita."

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok. 

Ia berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu.

Malahan anjing-anjing datang dan menjilati boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. 

Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Sementara menderita sengsara di alam maut, ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dengan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, ‘Bapa Abraham, kasihanilah aku. 

Suruhlah Lazarus mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini!’ Tetapi Abraham berkata, ‘Anakku, ingatlah! Engkau telah menerima segala yang baik semasa hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. 

Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi,

sehingga mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberangi!’ 

Kata orang itu, ‘Kalau demikian, aku minta kepadamu Bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingatkan mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka kelak jangan masuk ke dalam tempat penderitaan itu’. 

Tetapi kata Abraham, ‘Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu, ‘Tidak, Bapa Abraham! Tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.’ 

Kata Abraham kepadanya, ‘Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati’.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik 

Mata yang Terbuka, Hati yang Bergerak

Pendahuluan: Jarak yang Tidak Terlihat

Renungan Katolik hari ini dari Injil Lukas 16:19–31 menghadirkan sebuah perumpamaan yang kuat dan menggugah: kisah tentang seorang kaya dan seorang miskin bernama Lazarus. Ini bukan sekadar cerita tentang harta dan kemiskinan, tetapi tentang mata yang melihat atau tidak melihat, hati yang peka atau tumpul.

Renungan harian Katolik ini berbicara tentang jarak — bukan jarak geografis, tetapi jarak hati. Dalam kisah itu, kedua tokoh hidup sangat dekat secara fisik, tetapi sangat jauh secara batin.

Refleksi Sabda Tuhan hari ini mengundang kita bertanya:

Apakah aku sungguh melihat sesama — atau hanya melewati mereka?

Baca juga panduan lengkap di Renungan Katolik Harian untuk memahami cara melakukan renungan setiap hari secara mendalam.

Dua Kehidupan yang Berseberangan

Dalam perumpamaan orang kaya dan Lazarus, Yesus menggambarkan kontras tajam:

Yang satu hidup berkecukupan
Yang lain hidup dalam kekurangan
Yang satu dikelilingi kenyamanan
Yang lain menanti belas kasihan
Renungan Injil Lukas ini tidak mengatakan bahwa kekayaan itu otomatis salah. Fokusnya bukan pada jumlah harta, tetapi pada sikap hati terhadap sesama.

Masalah utama tokoh kaya bukan sekadar ia memiliki banyak — tetapi ia tidak peduli.

Renungan Katolik hari ini menekankan: dosa kelalaian sering lebih halus daripada dosa tindakan. Tidak berbuat jahat — tetapi juga tidak berbuat baik saat mampu — adalah luka rohani yang serius.

Dosa Karena Tidak Melihat

Tokoh miskin dalam perumpamaan itu berada dekat — di depan pintu. Artinya kesempatan untuk berbelas kasih selalu ada di hadapan orang kaya itu.

Namun ia tidak menanggapi.

Renungan harian Katolik ini menyentuh satu kebenaran penting: sering kali masalah kita bukan tidak tahu harus berbuat baik — tetapi memilih tidak peduli.

Belas kasih Kristiani dimulai dari perhatian:

melihat
berhenti
peduli
bertindak
Refleksi Sabda Tuhan hari ini menantang zona nyaman kita. Kita bisa sibuk secara rohani — tetapi tetap tidak peka secara sosial.

Pembalikan Keadaan

Dalam kelanjutan perumpamaan, terjadi pembalikan keadaan. Yang menderita dihibur, yang menikmati kenyamanan menghadapi konsekuensi pilihan hidupnya.

Renungan Injil Lukas ini tidak sedang menakut-nakuti, tetapi menyadarkan: hidup memiliki arah moral. Pilihan hati membentuk masa depan rohani.

Yesus mengajar bahwa hidup bukan hanya tentang sekarang — tetapi juga tentang kekekalan. Apa yang kita lakukan terhadap sesama memiliki nilai kekal.

Renungan Katolik hari ini mengajak kita melihat hidup sebagai kesempatan, bukan hanya perjalanan.

Jurang yang Terbentuk dari Kebiasaan

Dalam kisah itu digambarkan adanya jurang yang tidak bisa diseberangi. Secara rohani, ini bisa dimengerti sebagai jurang yang terbentuk dari kebiasaan hati:

kebiasaan menutup mata
kebiasaan menunda berbuat baik
kebiasaan merasa “itu bukan urusanku”
Renungan harian Katolik ini mengingatkan bahwa karakter rohani dibentuk setiap hari — oleh pilihan kecil yang berulang.

Belas kasih bukan tindakan besar sesekali, tetapi sikap tetap setiap hari.

Peringatan yang Sudah Cukup Jelas

Dalam perumpamaan orang kaya dan Lazarus, muncul permintaan agar ada tanda khusus supaya orang lain bertobat. Jawabannya: mereka sudah memiliki pesan Tuhan — itu sudah cukup.

Refleksi Sabda Tuhan hari ini sangat relevan. Kita sering berkata:

“Kalau Tuhan beri tanda jelas, saya akan berubah.”

Padahal:

Sabda sudah ada
ajaran sudah jelas
teladan sudah diberikan
Renungan Katolik hari ini menegaskan: yang kurang sering bukan tanda — tetapi ketaatan.

Bahaya Menunda Kebaikan
Renungan Injil Lukas 16:19–31 menyoroti bahaya menunda. Tokoh kaya mungkin berpikir selalu ada waktu nanti. Tetapi kesempatan berbuat kasih selalu terjadi sekarang, bukan nanti.

Renungan harian Katolik ini mengajak kita:

jangan menunda menolong
jangan menunda mengunjungi
jangan menunda berbagi
jangan menunda peduli
Kebaikan yang ditunda sering menjadi kebaikan yang tidak pernah terjadi.

Belas Kasih Itu Konkret

Belas kasih Kristiani bukan sekadar rasa iba. Ia menjadi nyata dalam tindakan sederhana:

berbagi makanan
memberi waktu
mendengarkan cerita
menolong kebutuhan praktis
mendoakan dengan setia
Renungan Katolik hari ini menolak belas kasih yang hanya berupa perasaan tanpa tindakan.

Kasih yang sejati bergerak.

Siapa “Lazarus” di Sekitar Kita?
Refleksi Sabda Tuhan hari ini menjadi sangat personal jika kita bertanya: siapa “Lazarus” di sekitar hidupku?

Mungkin:

orang yang diabaikan
yang tidak populer
yang merepotkan
yang lambat
yang sering mengulang cerita
yang tidak bisa membalas kebaikan
Renungan harian Katolik ini mengajar bahwa nilai kasih justru paling murni saat diberikan kepada yang tidak bisa membalas.

Kekayaan yang Benar

Renungan Injil Lukas ini tidak melarang memiliki — tetapi mengajar cara memiliki. Kekayaan sejati bukan pada apa yang disimpan, tetapi pada apa yang dibagikan.

Dalam terang Sabda Tuhan:

memberi = menabung kekal
berbagi = memperluas hati
peduli = memperkaya jiwa
Renungan Katolik hari ini menggeser ukuran sukses rohani dari “berapa banyak punya” menjadi “berapa banyak mengasihi.”

Pemeriksaan Hati yang Jujur

Mari buat pemeriksaan hati sederhana dari renungan harian Katolik ini:

Apakah aku peka pada kebutuhan sekitar?
Apakah aku mudah tergerak membantu?
Apakah aku memilih nyaman daripada peduli?
Apakah aku menutup mata pada penderitaan kecil?
Tidak perlu rasa bersalah berlebihan — tetapi perlu kejujuran. Dari kejujuran lahir pertobatan nyata.

Langkah Praktis Hari Ini

Agar renungan Katolik hari ini tidak berhenti di pikiran:

1️⃣ Lihat satu kebutuhan nyata

Di rumah, tempat kerja, atau lingkungan.

2️⃣ Lakukan satu tindakan konkret

Kecil tapi nyata.

3️⃣ Sisihkan sesuatu untuk dibagi

Uang, waktu, tenaga, perhatian.

4️⃣ Doakan orang yang menderita

Dengan menyebut secara khusus.

5️⃣ Latih mata belas kasih

Setiap hari selama masa ini.

Doa Penutup

Tuhan yang penuh kasih, bukalah mataku untuk melihat sesama, lembutkan hatiku untuk peduli, gerakkan tanganku untuk berbagi. 

Jangan biarkan aku sibuk dengan diriku sendiri hingga lupa mengasihi.

Semoga renungan Katolik hari ini mengubah sikap dan tindakanku. Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.