Kapal selam Amerika Serikat (AS) menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka pada Rabu (4/3/2026).
Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 87 pelaut Iran, sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang.
Insiden ini terjadi di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari lalu.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan kapal selam AS menyerang kapal perang Iran yang berada di perairan internasional.
Kapal tersebut ditenggelamkan menggunakan torpedo.
Menurut Hegseth, ini menjadi pertama kalinya AS menenggelamkan kapal musuh dengan torpedo sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua.
Sementara itu, Angkatan Laut Sri Lanka menemukan 87 jenazah pelaut di perairan dekat kota Galle, di selatan negara tersebut.
Sebanyak 61 pelaut lainnya masih dinyatakan hilang dan pencarian masih terus dilakukan.
Menlu Sri Lanka, Vijitha Herath, mengatakan 32 pelaut berhasil diselamatkan dari fregat Iran yang mengalami kerusakan parah.
Sebelum tenggelam, kapal tersebut sempat mengirimkan sinyal darurat saat fajar.
Namun kapal sudah tenggelam sepenuhnya ketika tim penyelamat tiba di lokasi.
Saat ditemukan, hanya terlihat bercak minyak di permukaan laut.
Kapal perang Iran itu diketahui baru saja mengikuti latihan militer di pelabuhan Visakhapatnam, India.