Hasil Uji Sampel Takjil oleh BBPOM Manado Sulut, Penjual Diminta Perhatikan Higienitas
Frandi Piring March 05, 2026 11:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado, Sulawesi Utara (Sulut), melakukan pengawasan intensif terhadap pangan olahan dalam rangka Bulan Ramadan 1447 Hijriah. 

Pengawasan terhadap takjil dan penganan untuk berbuka puasa dilakukan BBPOM di sejumlah tempat penjualan di Kota Manado pada Rabu, 4 Maret 2026. 

Puluhan sampel diuji cepat untuk melihat apakah mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, melanin Yellow dan Rhodamin B. 

Hasilnya seperti apa? 

Kepala BBPOM Manado Hermanto mengungkapkan dari 89 sampel takjil dan penganan yang diuji, semuanya negatif. 

"Semuanya tidak mengandung bahan berbahaya yang sering disalahgunakan," kata Hermanto kepada Tribunmanado.co.id, Kamis 5 Maret 2026.

Kepala BBPOM Manado, Hermanto berinteraksi dengan penjual takjil di area Masjid A Yani Manado.
TAKJIL DI MANADO - Kepala BBPOM Manado Hermanto berinteraksi dengan penjual takjil di kompleks Masjid A Yani Manado. BBPOM melakukan pengawasan intensif pangan olahan dan uji cepat sampel bahan berbahaya selama Ramadan 1447 Hijriah. Hermanto mengungkapkan dari 89 sampel takjil dan penganan yang diuji, semuanya negatif. 

Katanya, meskipun yang diuji sampel tapi dapat menggambarkan bahwa masyarakat semakin sadar pentingnya keamanan pangan olahan. 

"Harapan kami, semoga dengan adanya pengawasan disertai edukasi, masyarakat paham, terliterasi dan merasa aman," ujarnya

Terkait itu, BBPOM memberi catatan untuk penjual takjil agar memperhatikan higienitas. 

Katanya, takjil dan penganan buka puasa yang dijual hendaknya dikemas tertutup. Pasalnya, tempat jualan semuanya di tepi jalan. 

"Higienitas dan sanitasi mohon diperhatikan ya. Penjualnya sehat. Makanan ditutup dalam kemasan. Jangan terpapar debu karena dijual di tepi jalan," katanya lagi. 

Selain itu, penjual perlu memperhatikan ketika memegang uang, jangan langsung memegang jualan. 

Sebaiknya penjual mengenakan sarung tangan dan menggunakan alat khusus untuk mengambil takjil.

Kue Takjil Favorit di Kota Manado

Bulan Ramadhan tiba. Berbagai sentra takjil pun bermunculan di seluruh penjuru Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). 

Salah satu yang dijual adalah kue basah. 

Hampir semua tempat jual takjil menjual kue. 

Amatan Tribunmanado.co.id , kue-kue yang dijual umumnya khas Manado. 

Ada pula kue dari Gorontalo, bahkan kue khas Arab hingga Tionghoa. 

Penelusuran Tribunmanado, kue kue yang laris manis adalah balapis, nasi jaha, lampu - lampu dan panada. 

Ada pula kue donat, roti kukus, kolombeng, apang, gabin fla serta lalampa. 

Lusi seorang penjual di Plaza Ramadhan Ketang Baru mengatakan, kue yang paling laku adalah lampu lampu dan balapis. 

"Dua itu yang paling laku," katanya kepada Tribunmanado Selasa (24/2/2026). 

Kue lainnya yang laku adalah nasi jaha serta lalampa. 

Cici penjual kue di Kampung Arab menyebut nasi jaha, lalampa serta balapis adalah kue paling laku.

Sebut dia, roti kukus juga laku. 

Rini penjual kue di Kampung Komo menuturkan, rata-rata kue basah laku keras. 

"Bahkan hampir selalu habis," kata dia. 

Ramdhan seorang warga mengatakan, berbuka dengan kue sangat ideal. Apalagi yang manis manis. 

"Bisa tambah tenaga," katanya. (Ndo/Art) 

Baca juga: Populer Manado: Jalan Rusak di Ring Road, Warga Berburu Takjil di Perkamil, Persiapan Cap Go Meh

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.