TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG -- Seorang warga Palembang bernama M Erlangga (28) meninggal dunia di Kamboja, dan jenazahnya kini sudah tiba di Kota Palembang, Rabu sore (4/3/2026).
Meski begitu, penyebab kematiannya pada 17 Februari 2026 lalu masih menjadi tanda tanya.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan, Waydinsyah, membenarkan bahwa satu warga Palembang meninggal dunia di Kamboja dan jenazahnya sudah tiba di Palembang.
"Kemarin sudah kita terima dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi, guna mengetahui lebih jelas penyebab kematiannya," kata Waydinsyah saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).
Waydinsyah belum bisa memastikan penyebab kematian korban karena apa. Namun, berdasarkan keterangan dari perwakilan di Kamboja, dijelaskan bahwa korban meninggal akibat terjatuh dari gedung.
"Kita belum tahu apakah karena kecelakaan kerja atau bukan. Korban meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan berat di kepala," katanya.
Dari data yang didapat, almarhum M. Erlangga ini berangkat ke Kamboja melalui Medan pada Oktober 2025. Kemudian mengalami kecelakaan dan dinyatakan meninggal dunia pada 17 Februari 2026 lalu.
Erlangga yang lahir di Palembang pada 17 Maret 1998 ini tercatat berdomisili di Komplek PHDM XII No. 41, Kecamatan Kalidoni, Palembang.
"Perwakilan kita di Kamboja juga sangat minim informasi. Saat kita tanya, mereka bilang tunggu saja nanti setelah jenazah di Palembang, karena akan dikirimkan semua dokumen yang diperlukan termasuk hasil pemeriksaan korban tersebut di Kamboja. Jadi kita tunggu saja hasil autopsi dari Polda," ungkap Waydinsyah.
Menurut Waydinsyah, di tahun ini sudah sebanyak 50 orang warga Sumsel dipulangkan melalui Bandara SMB II Palembang. Terinformasikan masih ada belasan warga Sumsel di Kamboja.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Sumsel, Indra Bangsawan, menjelaskan bahwa korban ini untuk kedua kalinya bekerja di Kamboja. Sebelumnya sudah pernah bekerja dan kembali ke Indonesia.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah tergiur iming-iming gaji tinggi untuk bekerja di luar negeri tanpa pekerjaan yang jelas. Sebaik-baik pencari kerja menanyakan terlebih dahulu melalui Dinas Tenaga Kerja atau BP3MI untuk kejelasan pekerjaan yang dijanjikan," katanya.