TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Bayi perempuan yang diperkirakan berusia dua hari ditemukan di gerobak nasi uduk di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026) sore.
Bersama bayi malang tersebut ditemukan sepucuk surat seseorang yang mengaku kakaknya bernama Zidan (12).
Bersama bayi itu ditemukan kertas putih di dalam tas belanja hitam oleh saksi berinisial D.
"Seorang bayi perempuan tersebut diperkirakan berusia 2 hari berdasarkan dari tulisan kertas yang dituliskan oleh seorang bernama Zidan yang diduga orang yang dengan sengaja menelantarkan bayi di TKP," ujar Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Dalam surat itu, seseorang yang mengaku bernama Zidan meminta agar bayi yang disebut bernama Ameera Ramadhani ini dirawat dengan baik.
Dalam pesan tertulis bahwa ibu bayi tersebut meninggal saat melahirkan dan bayi lahir pada 2 Maret 2026.
"Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Zidan ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan, tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjunginya dia lagi, saya tidak mau masa depan dia seperti saya, Terima kasih.
Zidan, 12 Tahun
Adik saya lahir 2 Maret 2026, namanya Ameera Ramadhani"
Penjelasan Polisi
Bayi tersebut pertama kali ditemukan sekira pukul 17.30 WIB dan dilaporkan ke pihak kepolisian pada pukul 17.43 WIB.
Anggiat mengatakan, pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasar Minggu.
“Kami menerima informasi adanya penemuan bayi di dalam gerobak nasi uduk. Setelah dilakukan pengecekan, benar ditemukan seorang bayi perempuan dalam keadaan hidup,” ujar Anggiat dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).
Bayi tersebut ditemukan di dalam tas belanja berwarna hitam yang diletakkan di gerobak nasi uduk di depan rumah warga.
Saat ditemukan, bayi mengenakan pakaian motif boneka beruang warna biru dan diselimuti selimut bayi bermotif kartun.
Baca juga: Warga di Bekasi Jawa Barat Digegerkan dengan Penemuan Bayi Perempuan yang Sudah Tak Bernyawa
Di dalam tas juga terdapat susu formula, tisu basah, sarung tangan bayi, serta secarik kertas berisi pesan.
Saksi berinisial D (20) mengaku awalnya mendengar suara tangisan bayi dari lantai dua rumahnya.
Setelah mencari sumber suara, ia menemukan tas belanja di dalam gerobak dan mendapati bayi perempuan di dalamnya.
"Bayi perempuan tersebut dalam keadaan hidup, masih bergerak-gerak dan menangis, kemudian bayi perempuan tersebut diperkirakan berusia 2 hari berdasarkan tulisan pada kertas yang dituliskan diduga oleh seseorang bernama Zidan yang diduga dengan sengaja menelantarkan bayi perempuan tersebut," ujarnya.
Petugas dari Polsek Pasar Minggu bersama unsur Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), pihak kelurahan, serta tenaga medis kemudian membawa bayi tersebut kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu sekira pukul 19.55 WIB untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Anggiat menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penelantaran bayi tersebut, termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa yang meninggalkan bayi tersebut. Rekaman CCTV di sekitar lokasi sedang kami dalami,” katanya.
Baca juga: Warga di Bekasi Jawa Barat Digegerkan dengan Penemuan Bayi Perempuan yang Sudah Tak Bernyawa
Saat ini, bayi perempuan tersebut masih dalam penanganan tenaga medis dan koordinasi dengan Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan untuk tindak lanjut penanganan.
Penemuan bayi perempuan sebelumnya terjadi di Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, Maluku Utara.
Bayi tersebut ditinggalkan di sebuah warung dekat Danau Tolire, Selasa (20/5/2025) pagi.
Bayi malang itu pertama kali ditemukan oleh dua anak berusia sekitar 10 tahun yang sedang berjalan menuju pantai hendak mencari ikan.
Dalam perjalanan, mereka mendengar tangisan bayi dari arah salah satu warung yang tampak kosong.
Warga bersama polisi segera menuju lokasi dan membawa bayi tersebut ke Puskesmas Sulamadaha untuk pemeriksaan medis.