Stasiun CIA Amerika Serikat di Riyadh Diserang Drone, Diduga dari Iran
Muliadi Gani March 05, 2026 01:54 PM

 

PROHABA.CO - Stasiun Central Intelligence Agency (CIA) di Arab Saudi dilaporkan menjadi korban serangan pesawat tak berawak atau drone pada Senin (2/3/2026).

Stasiun tersebut berada di kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

Mengutip Reuters, serangan ini diduga kuat dilancarkan oleh Iran, meskipun seorang sumber yang mengetahui insiden menegaskan bahwa belum ada bukti kuat bahwa kantor intelijen AS tersebut menjadi sasaran utama.

"Tidak ada indikasi bahwa stasiun tersebut adalah targetnya," ujar sumber tersebut, Selasa (3/3/2026).

Hingga saat ini, pihak CIA menolak memberikan komentar resmi terkait serangan yang menimpa fasilitas mereka di Riyadh.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi bahwa kompleks kedutaan dihantam oleh dua drone, yang menyebabkan kebakaran kecil dan beberapa kerusakan material.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat insiden ini.

Serangan terhadap kedutaan AS ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca juga: Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Lepas Pantai Sri Lanka, 87 Orang Tewas

Baca juga: Ulama Aceh Kecam Serangan AS–Israel ke Iran, Desak Pemimpin Muslim Diminta Bantu Teheran

Peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian serangan yang terjadi setelah serangan militer besar-besaran AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Sejak itu, sejumlah fasilitas milik Washington di kawasan Timur Tengah menjadi target serangan.

Seluruh layanan rutin dan darurat bagi warga AS yang sedianya dijadwalkan pada Selasa dibatalkan.

Ancaman serupa juga dilaporkan di wilayah lain, termasuk Dhahran, Arab Saudi.

Dalam peringatan resmi yang diterbitkan misi diplomatik, disebutkan adanya potensi serangan rudal dan drone yang dapat terjadi kapan saja.

Pihak kedutaan menekankan agar warga AS tidak mendatangi Konsulat di Dhahran untuk menghindari risiko.

Situasi ini menambah kekhawatiran atas keselamatan warga asing dan diplomat di Arab Saudi, di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat di Timur Tengah.

Pihak berwenang setempat dan Amerika Serikat kini meningkatkan pengawasan serta langkah-langkah keamanan untuk mencegah serangan lanjutan.

Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-16 Ramadhan, Salah Satunya Bebas dari Siksa Neraka

Baca juga: Bupati Haili Yoga Imbau Warga Tak Panic Buying BBM, Stok di Aceh Tengah Dipastikan Aman

Baca juga: Shinta Purnamasari Resmi Memeluk Islam, Ucap Dua Kalimat Syahadat di Kantor Baitul Mal Aceh Selatan

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.