PSIM Yogyakarta Tahan Imbang Semen Padang FC, Van Gastel Sebut Laskar Mataram Dekat Target Bertahan
Rahmadi March 05, 2026 03:03 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean Paul Van Gastel, menilai hasil imbang 0-0 melawan Semen Padang FC menjadi langkah penting bagi timnya untuk semakin dekat dengan target bertahan di BRI Super League musim depan.

Hasil tersebut diraih PSIM saat menghadapi Semen Padang FC pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) malam.

Dalam pertandingan tersebut, PSIM harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-38 setelah Fahreza Sudin menerima kartu merah. Meski dalam kondisi kurang pemain, Laskar Mataram mampu menahan tekanan tuan rumah hingga laga berakhir tanpa gol.

Jean Paul Van Gastel mengatakan tambahan satu poin dari laga tandang ini membuat timnya semakin dekat dengan target utama musim ini, yakni bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Ya saya pikir dengan hasil kali ini menghadapi Semen Padang kita lebih dekat lagi dengan target kita untuk tidak degradasi musim ini,” ujar Van Gastel usai pertandingan.

Baca juga: Cek Lokasi Titik Rawan Macet di Sumbar Saat Mudik Lebaran 2026, Padang Panjang Terdapat 3 Titik

Namun demikian, ia menyayangkan timnya gagal meraih kemenangan dalam laga ini. Menurutnya, tambahan kemenangan akan membuat posisi PSIM semakin aman.

“Namun sayangnya kalau kita bisa menang laga hari ini dan lawan Persijap Jepara nanti mungkin kita bisa mengamankan terlebih dahulu posisi kita di liga musim depan, karena target kita musim ini adalah untuk tidak degradasi,” jelasnya.

Van Gastel juga mengapresiasi semangat juang para pemainnya yang tetap berjuang keras meski harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama.

Menurutnya, kartu merah yang diterima Fahreza Sudin membuat jalannya pertandingan berubah dan memaksa timnya mengubah pendekatan permainan.

“Saya pikir kita bisa jauh lebih baik daripada apa yang telah kita tunjukkan di pertandingan sebelumnya. Jika kita melihat kartu merah, pertandingan akan berubah dan kita hanya harus mempertahankannya,” katanya.

Baca juga: Usai Tahan Imbang 0-0 Semen Padang dengan 10 Pemain, Pelatih PSIM: Hasil Seri Rasa Menang

Pelatih asal Belanda itu menilai anak asuhnya menunjukkan semangat bertanding yang tinggi sepanjang pertandingan.

“Saya menghargai tim saya. Kami telah menunjukkan semangat pertandingan. Jadi kita tidak hanya bisa bermain dengan baik, tapi kita juga memiliki fighting spirit,” ungkapnya.

Setelah kehilangan satu pemain, PSIM mengubah strategi dengan bermain lebih bertahan dan mencoba menutup ruang pergerakan pemain Semen Padang.

“Kita berganti gaya main. Kita jadi sedikit bertahan dan anak-anak juga tidak mengendurkan semangatnya. Di babak kedua saya mencoba menutup ruang karena kita bermain dengan 10 orang pemain dan kita bermain low block,” jelasnya.

Van Gastel juga melakukan beberapa pergantian pemain, termasuk mengubah formasi menjadi lima pemain belakang untuk meredam serangan tuan rumah.

Baca juga: Polda Sumbar Berlakukan One Way di Lembah Anai Selama Arus Mudik Lebaran 2026

Meski terus ditekan sepanjang laga, PSIM berhasil menjaga gawangnya tetap aman hingga peluit panjang dibunyikan.

“Ya mungkin bisa dibilang beruntung karena Semen Padang hari ini melakukan banyak sekali serangan namun tidak ada satupun yang menghasilkan gol,” katanya.

Menurutnya, kunci keberhasilan timnya mempertahankan hasil imbang adalah disiplin pemain dalam menjaga jarak, komunikasi, serta memenangkan duel-duel penting di lapangan.

“Tapi yang terpenting saya tekankan kepada anak-anak adalah bagaimana ketika bermain dengan 10 orang kita jaga jaraknya, kita jaga komunikasinya, dan kita menangkan duel supaya hal-hal yang menuju ke kebobolan tidak terjadi,” tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.