Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warga mengaku mendengar tangisan sebelum bayi perempuan berusia dua hari ditemukan di gerobak nasi uduk depan rumah warga di Jalan Pejaten Raya RT 01/02, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/3) sore.

"Posisi aku main hape di lantai dua, Nah, terus aku denger suara bayi. Aku mikir kayak, ‘Perasaan di sini nggak ada bayi deh’, gitu kan," kata warga bernama Dinda (20) di lokasi penemuan kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Kamis.

Dinda mengatakan, suara bayi itu semakin kencang sehingga dirinya memilih turun dengan mencari sumber suara. Diketahui suara itu dari gerobak nasi uduk.

Saat melihat sebuah tas di atas gerobak, Dinda langsung mengambilnya dan menemukan bayi di dalamnya.

"Jadi keadaan bayinya itu sudah kayak miring gitu loh. Nah aku tuh nggak berani kalau, misalkan, megang bayi," katanya.

Sementara, ibu Dinda, Marlina (49) menambahkan, saat ditemukan, bayi itu berada di atas sebuah tas berisikan perlengkapan seperti susu, pampers, tisu basah dan tisu kering.

Marlina mengaku awalnya sempat melihat seorang pria dewasa yang lewat membawa tas itu namun dikiranya seorang tukang paket.

"Biasanya kan tukang paket itu bawa paketan biasa, tapi ini kayak bawa jinjingan yang dibawa orang itu, warnanya hitam juga, anak muda. Iya, cowok, laki-laki, sudah dewasa," katanya.

Dia meyakini yang menaruh bayi bukanlah anak berusia 12 tahun melainkan seorang pria dewasa. Karena itu, surat yang beredar yang mengatasnamakan anak berusia 12 tahun sebagai kakak sang bayi adalah formalitas.

Seorang bayi perempuan yang masih hidup berusia dua hari ditemukan dalam gerobak nasi uduk depan rumah warga di Jalan Pejaten Raya RT 01/02, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa sore.

Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela mengatakan, bayi itu ditemukan pada Selasa sore pukul 17.30 WIB dan dilaporkan kepada polisi pada 17.43 WIB.

Setelah mendapatkan informasi, personel Polsek Pasar Minggu mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan memastikan kondisi sang bayi melalui para saksi.

Bayi itu ditemukan memakai pakaian bermotif boneka beruang berwarna biru dan diselimuti selimut berwarna putih. Dalam tas itu juga terdapat sejumlah barang lainnya yakni susu bubuk, tisu basah, sarung tangan dan secarik kertas yang terdapat tulisan.

Baca juga: Polisi telusuri temuan bayi terbungkus tas dalam tong sampah di Jaksel

Bayi perempuan tersebut diperkirakan berusia dua hari berdasarkan dari tulisan kertas yang dituliskan oleh seorang bernama Zidan yang diduga orang yang dengan sengaja menelantarkan bayi di TKP.

Hingga akhirnya para saksi memutuskan melapor penemuan bayi yang hidup itu kepada RT dan polisi. Informasi penemuan bayi itu juga telah dilaporkan ke Polsek Pasar Minggu melalui grup WA Polsek Pasar Minggu.

Selanjutnya, Piket Fungsi Polsek Pasar Minggu melakukan upaya pencarian rekaman CCTV serta berkoordinasi dengan RT, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Puskesmas Pasar Minggu dan Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan.

"Pukul 19.55 WIB seorang bayi perempuan itu dibawa ke Puskesmas Pasar Minggu guna penanganan medis lebih lanjut," katanya.