TRIBUNNEWS.COM - Persaingan perebutan gelar Premier League 2025/2026 kembali mengalami perubahan besar pada pertengahan pekan. Pemuncak klasemen, Arsenal, berhasil memperlebar jarak di puncak setelah pesaing terdekat mereka, Manchester City secara mengejutkan kehilangan poin di kandang sendiri.
Arsenal memang tidak tampil terlalu dominan, namun tim asuhan Mikel Arteta tetap mampu mengamankan kemenangan tipis 1-0 saat bertandang ke markas Brighton & Hove Albion pada Rabu malam.
Gol tunggal dalam pertandingan tersebut sudah cukup untuk membawa pulang tiga poin penting, sekaligus menjaga konsistensi The Gunners di fase krusial musim ini.
Di saat yang sama, Manchester City justru terpeleset ketika menjamu Nottingham Forest di Stadion Etihad. The Citizens sempat unggul dalam pertandingan tersebut, tetapi gagal mempertahankan keunggulan dan akhirnya harus puas bermain imbang 2-2.
Hasil itu sekaligus mengakhiri rentetan empat kemenangan beruntun yang sebelumnya membuat City berhasil memangkas jarak dengan Arsenal di puncak klasemen.





Kehilangan poin di kandang sendiri tentu menjadi pukulan bagi tim asuhan Pep Guardiola. Pasalnya, Arsenal kini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan saat kompetisi mulai memasuki fase penentuan.
Selain perebutan gelar juara, hasil pertandingan tengah pekan juga berdampak pada persaingan di area lain klasemen.
Perebutan tiket ke Champions League musim depan serta pertarungan untuk menghindari zona degradasi semakin sengit menjelang akhir musim.
Situasi ini membuat sisa pertandingan Liga Inggris musim ini diprediksi akan berlangsung semakin dramatis.
Baca juga: Sorotan Hasil Liga Inggris - Arsenal Diklaim Menang Menjijikkan, Arteta Pasang Badan
Via Opta Analyst
| Tim | Peluang Juara Liga Inggris |
| Arsenal | 92,84 persen |
| Manchester City | 7,16 persen |
Lembaga analisis data sepak bola, Opta, sebelumnya memang sudah menempatkan Arsenal sebagai favorit utama untuk meraih gelar juara sebelum rangkaian pertandingan tengah pekan digelar.
Namun kombinasi hasil terbaru semakin memperkuat keyakinan superkomputer Opta terhadap peluang The Gunners.
Berdasarkan simulasi terbaru, Arsenal diprediksi akan menutup musim dengan koleksi sekitar 84 poin. Jumlah tersebut sama dengan raihan poin Liverpool ketika menjuarai Liga Inggris musim lalu.
Sementara itu, hasil imbang Manchester City melawan Nottingham Forest membuat mereka tertinggal tujuh poin dari Arsenal di klasemen sementara.
Meski demikian, City masih memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan. Selain itu, Arsenal juga masih dijadwalkan bertandang ke Etihad Stadium pada akhir musim, yang berpotensi menjadi laga penentu dalam perebutan gelar.
Kendati peluang tersebut masih terbuka, simulasi Opta memprediksi Manchester City akan mengakhiri musim di posisi kedua dengan total sekitar 76 poin.
Dampak dari hasil tengah pekan tersebut juga terlihat jelas dalam persentase peluang juara.
Sebelum pertandingan berlangsung, Arsenal memiliki peluang sebesar 82,71 persen untuk menjadi juara, sementara Manchester City berada di angka 17,25 persen.
Namun setelah City gagal meraih kemenangan, peluang Arsenal melonjak tajam menjadi 92,84 persen. Sebaliknya, peluang Manchester City turun drastis hingga hanya tersisa sekitar 7,16 persen.
Lonjakan hampir 10 persen tersebut menunjukkan betapa signifikan dampak kehilangan poin City terhadap peta persaingan gelar musim ini.
Meski peluang timnya semakin menipis, Pep Guardiola tetap berusaha bersikap tenang dan fokus pada pertandingan berikutnya.
Pelatih asal Spanyol itu mengakui bahwa hasil imbang 2-2 melawan Nottingham Forest sangat mengecewakan, terutama karena pertandingan dimainkan di kandang sendiri pada momen penting musim ini.
“Kami kecewa dengan hasilnya. Kami sudah melakukan segalanya, kami tidak memberikan banyak peluang kepada lawan dan bahkan memiliki kesempatan di akhir pertandingan,” ujar Guardiola, dikutip dari sports illustrated.
Menurutnya, para pemain Manchester City sudah berusaha maksimal sepanjang pertandingan.
“Para pemain sudah memberikan yang terbaik. Jika Anda melihat bagaimana mereka berlari dan bekerja keras di lapangan, mereka sudah melakukan segalanya,” tambahnya.
Meski kehilangan poin krusial, Guardiola menegaskan bahwa timnya tidak boleh terlalu lama meratapi hasil tersebut.
“Kami harus terus maju. Kami tidak punya waktu untuk menengok ke belakang, jadi kami harus melihat ke depan,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, Manchester City akan menghadapi jadwal padat di berbagai kompetisi. Mereka dijadwalkan bertemu Newcastle United di ajang FA Cup sebelum melakoni laga besar melawan Real Madrid di Champions League.
“Kami sudah terbiasa bermain di banyak kompetisi. Masih ada banyak pertandingan yang harus dimainkan, jadi kami harus terus berjuang,” tutup Guardiola.
Dengan jadwal yang masih panjang dan sejumlah laga penting di depan mata, Manchester City memang belum sepenuhnya tersingkir dari perburuan gelar.
Namun untuk bisa mengejar Arsenal, mereka membutuhkan kombinasi hasil sempurna dari sisa pertandingan sekaligus berharap rivalnya terpeleset dalam beberapa laga ke depan.
(Tribunnews.com/Ali)