BANGKAPOS.COM -- Inilah sosok Andi Fadhil Alfahrezi Makkarodda pejabat termuda di Sulsel yang baru dilantik bupati.
Ia memegang jabatan administrator database kependudukan bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Wajo.
Sosoknya disorot lantaran baru berusia 23 tahun alias bisa disebut gen z.
Fadhil bersama 363 pegawai lainnya dilantik bupati Wajo di ruang pola kantor bupati Wajo, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Ingat Kades Wunut yang Dulu Viral Beri THR ke Warga, Kini Bagi-bagi Lagi, Nominal Melejit Segini
Fadhil mengaku posisi yang dia tempati berperan penting dalam menjaga kelancaran operasional pelayanan dokumen kependudukan melalui pengelolaan infrastruktur TI secara teknis.
"Iya, saya pikir itu salah satu posisi strategis dalam hal pelayanan publik. Melakukan instalasi, konfigurasi, dan verifikasi aplikasi SIAK, aplikasi KTP-el (perekaman & pencetakan), serta Data Warehouse pada server maupun client," ujarnya saat ditemui Tribun-Timur.com di kediamannya, Jl Macan, Kamis (5/3/2026)
Kemudian, membangun dan memelihara jaringan komunikasi data, serta mengelola basis data kependudukan agar tetap akurat dan terintegrasi.
"Kami melakukan pemantauan sistem secara berkala (maintenance), serta melakukan pembersihan data pelayanan dari data ganda dan anomali," urainya.
Sinkronisasi data hasil pelayanan dengan hasil pembersihan dari pusat, serta berkoordinasi dengan tim teknis pusat maupun instansi terkait, kemudian pencadangan (backup) data kependudukan secara rutin.
Kendati demikian, dirinya tak lupa berterima kasih atas amanah yang diberikan.
"Sebagai pegawai negeri sipil, di mana pun harus siap ditempatkan, itu artinya ada amanah yang dititipkan dan mesti dijalankan dengan tanggung jawab," katanya.
"Pada intinya, sesuai arahan Bapak Bupati semua harus bekerja dengan hati dan niat yang tulus," tambahnya.
Andi Rosman menyebut pelantikan pejabat menggaungkan pakaian Sulawesi Selatan bukanlah tanpa alasan, melainkan wadah kebersamaan.
"Kita ingin pejabat yang dilantik menjunjung tinggi nilai budaya kita, itu penting guna menjalankan roda pemerintahan," paparnya.
"Tak lupa karena ini Bulan Ramadan, jadi wajib hukumnya menjalankan syariat agama dan kepercayaan masing-masing dalam bekerja, melayani masyarakat Wajo," ujarnya.
Seperti apa sosoknya?
Andi Fadhil Alfahrezi, S.Tr.I.P., lahir di Makassar pada 23 November 2002. Di usia 23 tahun, ia telah meniti perjalanan pendidikan dan karier di bidang pemerintahan.
Ia berasal dari Kabupaten Wajo dan tinggal di Jalan Macan, Sengkang, Kecamatan Tempe, yang menjadi daerah tempat ia tumbuh dan berkembang.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 2 Lamaddukkelleng pada 2009 hingga 2014. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMP 1 Sengkang pada 2014–2016. Minatnya untuk terus berkembang membawanya melanjutkan pendidikan menengah di SMAN 7 Wajo pada 2016–2019.
Selama masa sekolah, ia dikenal aktif dan memiliki ketertarikan pada bidang pemerintahan serta pelayanan publik.
Keinginannya untuk berkontribusi lebih luas kepada masyarakat mengantarkannya menempuh pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Ia menjadi bagian dari Angkatan 30 dan menjalani pendidikan kedinasan tersebut pada 2019 hingga 2023.
Dari IPDN, ia memperoleh gelar Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan (S.Tr.I.P.) sebagai bekal untuk berkarier di sektor pemerintahan.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Andi Fadhil Alfahrezi memulai kariernya sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sulawesi Selatan pada 2023 hingga 2024. Pengalaman ini memberinya kesempatan memahami dinamika birokrasi pemerintahan serta pengelolaan informasi di tingkat provinsi.
Pada 2025, ia resmi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Wajo.
Dalam perjalanan kariernya, ia pernah bertugas di Bidang Perencanaan, Pembangunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah di Bappelitbangda.
Selain itu, ia juga mengemban tugas sebagai Administrator Kependudukan Database pada Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Wajo.
Melalui perannya tersebut, ia berkontribusi dalam pengelolaan data kependudukan serta mendukung pelayanan administrasi bagi masyarakat.
(Bangkapos.com/Tribunnews/Tribun Timur)