BANGKAPOS.COM, BANGKA — Panas terik matahari tak menyurutkan langkah masyarakat mengantre BBM di sejumlah SPBU yang ada di Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Siang itu, Kamis (5/3/2026), antrean kendaraan baik roda dua maupun roda empat mengular hingga keluar gerbang SPBU.
Antrean panjang yang diperkirakan lebih dari satu kilometer itu bahkan sampai memakan bahu jalan raya dan membuat arus lalu lintas menjadi sedikit terhambat.
Membludaknya antrean kendaraan yang mengisi BBM selama beberapa hari belakangan ini dipicu rasa panik masyarakat terkait beredarnya isu kelangkaan BBM akibat dampak perang Iran vs Amerika Serikat.
Terlebih lagi, masalah kelangkaan BBM ini memang sudah pernah terjadi sebelumnya, tepatnya pada November 2025 lalu akibat terkendala cuaca buruk.
Mega, salah satu warga yang mengantre BBM di SPBU Parit Padang, mengaku sempat waswas dan panik akan terjadi kelangkaan BBM.
“Soalnya kalau yang lain panik, kita ikut panik lah,” kata Mega.
Dirinya datang menggunakan kendaraan roda dua miliknya. Warga Desa Air Ruay, Kecamatan Pemali itu sengaja berkendara sedikit jauh ke Kota Sungailiat untuk mencari BBM.
Apalagi, BBM di SPBU dekat kediamannya di Desa Air Ruay saat itu sedang kehabisan stok dan dalam proses pengisian.
“Waswas, karena kita kan sudah pengalaman juga tempo hari. Jadi ngeri (takut kehabisan BBM-red), karena kami ini orangnya yang memang bekerja wara-wiri gitu kan,” ujarnya.
Jangan Panic Buying
Didampingi perwakilan dari pihak Pertamina, Bambang Patijaya turun dari mobilnya dan langsung memberikan imbauan kepada masyarakat yang sedang mengantre BBM.
Dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Ia memastikan bahwa ketersediaan atau stok BBM di Pulau Bangka dipastikan aman.
“Kita melihat ada semacam fenomena di Sungailiat, kok hampir semua SPBU-nya terjadi antrean panjang dari mungkin dua hari belakangan ini,” kata Bambang.
Ia menegaskan, stok BBM di Pulau Bangka, khususnya di Sungailiat, dipastikan aman. Oleh karena itu, dirinya meminta masyarakat untuk tidak panik hingga terjadi panic buying.
Lanjut dia, selama bulan Ramadan ini hingga pasca Idul Fitri nanti, stok BBM di Pulau Bangka dipastikan aman.
“Upaya pengawasan BBM terkait ketersediaan suplai ini sudah kita lakukan dari beberapa minggu yang lalu,” tegas politisi dari Partai Golkar ini.
Dirinya meminta masyarakat jangan ikut-ikutan antre di SPBU ketika melihat antrean panjang yang terjadi karena takut tidak bisa mengisi BBM.
“Tidak ada masalah, semuanya cukup. Itu yang ingin kami sampaikan,” sambungnya.
Lebih lanjut, ketika disinggung soal dampak perang Iran vs Amerika Serikat terhadap ketersediaan BBM, Bambang menyebut bahwa memang benar terjadi konflik.
Diakui Bambang, dirinya juga mendorong dan mendukung Menteri ESDM untuk segera memitigasi situasi yang terjadi.
“Menteri ESDM sudah mengatakan bahwa terkait suplai dari Timur Tengah, itu akan segera dialihkan dari sumber-sumber lain. Misalnya dari Amerika atau sumber lainnya yang secara geopolitik betul-betul aman dan tidak ada masalah,” ungkapnya.
Oleh karena itu, sekali lagi dirinya meminta masyarakat untuk tenang dan tidak usah panik, karena stok BBM dipastikan tercukupi baik selama bulan Ramadan, setelah Idul Fitri, maupun seterusnya.
Kemudian, saat ditanyai Bangkapos.com soal pernyataan tentang stok BBM nasional yang hanya cukup 20 hari, Bambang menjelaskan bahwa stok nasional memang seperti itu.
Kata dia, stok nasional memang sejak dulu demikian, baik tahun lalu, dua tahun lalu, maupun tiga tahun lalu.
“Kita ada refinery (kilang-red), kita ada produksi. Jadi barang ini kan artinya kalau Indonesia sama sekali tidak ada stok produksi. Kan kita produksi, kilang minyak kita memproduksi terus BBM,” ujarnya.
Lalu, untuk kekurangan tertentu, Indonesia juga melakukan impor dari negara lain. Oleh karena itu, menurut Bambang sebetulnya tidak ada permasalahan.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)