Permintaan Terakhir Pria di Cianjur Sebelum Tewas Dihajar Perkara 2 Labu Siam, Bikin Adik Nangis
Tsaniyah Faidah March 05, 2026 05:04 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM – Niat sederhana seorang pria bernama Minta (56) untuk menyiapkan menu berbuka puasa berakhir menjadi tragedi maut di tangan seorang penjaga kebun berinisial UA (41).

Warga Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur ini mengembuskan napas terakhirnya pada Senin (2/3/2026).

Ia sempat bertahan selama dua hari usai dianiaya secara brutal karena dituduh mengambil dua buah labu siam.

Insiden kekerasan yang dipicu persoalan sepele tersebut bermula pada Sabtu sore (28/2/2026).

Saat itu, UA yang sedang menjalankan tugasnya menjaga kebun memergoki korban membawa dua buah labu siam.

Terbakar emosi yang meluap, UA mengejar korban hingga ke depan rumahnya dan melakukan aksi kekerasan fisik bertubi-tubi.

Minta dihajar menggunakan tangan kosong serta tendangan yang menyasar bagian-bagian tubuh sensitif.

Kapolsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin, menjelaskan bahwa serangan tersebut mengakibatkan luka fisik yang sangat serius.

"Korban mengalami luka lebam di bagian mata, kepala, dan leher, serta memar di bahu lengan, dan hidung berdarah. Korban juga sempat muntah-muntah," ungkap Usep.

Penyiksaan keji itu ternyata disaksikan langsung oleh adik kandung korban, Cucum Suhenda (50).

Dari kediamannya, Cucum melihat jelas bagaimana sang kakak diperlakukan kasar oleh pelaku.

Namun, ia mengaku tidak memiliki keberanian untuk langsung mengintervensi karena merasa terancam oleh amarah UA yang sedang kalap.

"Saya menyaksikan sampai pelakunya pulang. Pas pelakunya pulang saya baru bisa menolong," tutur Cucum menceritakan detik-detik saat ia akhirnya bisa menghampiri sang kakak.

Setelah pelaku pergi, Minta berusaha masuk ke dalam rumah dengan langkah yang sudah sempoyongan.

Meski dalam kondisi luka parah, ia sempat menunjukkan dua buah labu siam yang menjadi alasan ia dihajar habis-habisan.

Baca juga: Tampang Pria di Cianjur Aniaya Lansia hingga Tewas Perkara 2 Labu Siam, Hajar Korban Berkali-kali

Di momen itulah, Minta mengungkapkan permintaan terakhir yang sangat menyentuh di balik kenekatannya mengambil sayuran tersebut.

Minta, yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan, mengaku nekat mengambil labu tersebut karena ingin memasaknya untuk santapan berbuka puasa.

"Bawa labunya dua, 'ini yang saya curi, tadinya mau dimasak buat buka puasa'. Itu saya menyesal di hati," kata Cucum .

Pasca-kejadian, kondisi kesehatan Minta terus merosot tajam.

Ia sering mengeluhkan pusing yang hebat dan terus mengalami muntah-muntah hingga akhirnya jatuh pingsan.

Setelah bertahan selama dua hari di kediamannya, Minta dilaporkan meninggal dunia pada Senin pagi.

Berdasarkan pemeriksaan luar pada jenazah, tim medis menemukan benjolan di bagian belakang kepala korban yang diduga kuat memicu gejala muntah dan pusing sebelum maut menjemput.

Selain itu, ditemukan juga bekas darah pada lubang hidung serta luka lecet di dahi, leher, hingga kaki.

Saat ini, jenazah Minta telah dibawa ke RSUD Sayang Cianjur guna menjalani proses autopsi untuk memastikan penyebab utama kematiannya.

Sementara itu, UA kini telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik di Mapolsek Cugenang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.