Sosok Pelaku Penganiaya Pencuri Labu di Cianjur, Bukan Pemilik Lahan, Ternyata Salah Sasaran
Ardhi Sanjaya March 05, 2026 09:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang pria, Minta (57) dianiaya karena ketahuan mencuri dua labu siam untuk buka puasa ibunya yang sudah berusia 90 tahun.

Minta dianiaya sampai tewas oleh Ujang Ahmad (40).

Ia merupakan warga Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjut, Jawa Barat.

Sore itu, sang ibu meminta buka puasa menggunakan sayur.

Namun sebagai buruh serabutan berpenghasilan Rp 10 ribu per hari, Minta tak menyanggupi.

Sehari-hari Minta memang tinggal bersama ibunya yang sudah jompo.

"Labu itu untuk makan emak (ibu). Emak ingin makan sama sayur," kata adik Minta, Tita (43).

Korban kemudian pulang membawa labu.

Baru saja hendak dimasak, datang pelaku.

"Kakak saya bawa dua biji, baru mau dimasak, (pelaku) datang ke rumah," katanya.

Ujang mengaku memergoki Minta mencuri labu siam di lahannya.

Depan rumah, Ujang menganiaya Minta.

Baca juga: Permintaan Terakhir Pria di Cianjur Sebelum Tewas Dihajar Perkara 2 Labu Siam, Bikin Adik Nangis

Penganiayaan tersebut disaksikan langsung oleh adik Minta, Cucum Suhenda (50).

"Kalau misalkan saya membantu takutnya dianggap sabotase, sama pelaku," katanya.

Ia tak mampu berbuat banyak untuk menyelamatkan kakak.

"Makanya saya diam saja, itu yang saya..." ucapnya dengan suara bergetar.

"Menyaksikan saya (kakaknya dianiaya), sampai pelakunya pulang,"

"Pas pelakunya pulang saya baru bisa menolong," imbuhnya.

Baca juga: Deretan Fakta Pria Tewas Dianiaya Usai Curi Labu Siam untuk Buka Puasa, Korban Penuhi Permintaan Ibu

Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho menerangkan akibat penganiayaan tersebut Minta mengalami lebam di sekujur tubuh.

"Di sekujur tubuhnya warna biru luka lebam yang kita duga kuat hasil dari penganiayaan. Hasil otopsi luar, betul ini hasil penganiayaan," katanya.

Ia mengkungkap bahwa Ujang bukanlah sosok pemiliki lahan tempat labu itu tumbuh.

"Tersangka adalah bukan pemilik lahan dari tumbuhnya labu siam, akan tetapi hanya penggarap," katanya.

Menurutnya Ujang dan Minta merupakan tetangga.

"Tetangga tapi tidak terlalu dekat tapi masih dalam satu kampung," katanya.

Kata Akhmad, Ujang tersulut emosi karena beberapa hari sebelumnya ada pencuri labu.

"Karena UA menganggap M adalah yang mencuri labu siam untuk buka puasa ibunya yang sudah 90 tahun, yang dianggap belakangan hari seorang melakukan pencurian terhadap labu di lahan yang digarap," katanya.

Oleh karenanya, ketika mendapati Minta mencuri labu ia langsung emosi.

"Marah, benci, karena labunya yang dirawat untuk panen selalu berkurang, didapati M ini yang dianggap sering mencuri," katanya.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.