Jika ada salah satu hewan yang bisa mendeteksi rasa takut manusia, detikers percaya enggak? Ternyata, ada hewan yang bisa mengendus rasa takut kita, hanya dari aroma keringat yang kita keluarkan. Kok bisa?
Hewan yang dimaksud yaitu kuda. Dalam peradaban manusia, kuda menjadi salah satu hewan yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Sejak dulu, kuda telah digunakan sebagai hewan ternak, kendaraan perang, hingga pengangkut.
Ikatan antara kuda dan manusia ini menarik para perhatian ilmuwan. Baru-baru ini, studi menemukan bahwa kuda bisa mencium ketakutan yang dirasakan oleh manusia.
Cara Kuda Mendeteksi Ketakutan Manusia
Dalam studi yang terbit di jurnal PLOS one pada 14 Januari 2026, peneliti melibatkan 30 orang relawan untuk diambil sampel keringatnya menggunakan kapas yang diletakkan di balik ketiak.
Para peneliti mengambil dua jenis sampel keringat, yaitu saat relawan merasa takut karena diminta menonton film horor "Sinister" dan saat mereka rileks ketika menonton sketsa "Les inventions". Ini bertujuan untuk membandingkan dua kondisi yang berbeda.
Kemudian, para peneliti meletakkan bantalan kapas tersebut ke dalam moncong Lycra yang dipasangkan pada 43 kuda betina jenis Welsh. Kuda dibagi dalam tiga kelompok secara acak.
Kelompok pertama dipaparkan aroma keringat manusia saat ketakutan, kelompok kedua dipaparkan aroma keringat manusia saat rileks. Sementara kelompok ketiga berfungsi sebagai pembanding atau kontrol, yang dipaparkan kapas bersih tanpa aroma apa pun.
Hasilnya menunjukkan, saat kuda terpapar aroma keringat terkait rasa takut, kuda menjadi gelisah, menatap ke arah benda-benda asing lebih lama dan mengalami lonjakan detak jantung. Selain itu, kuda juga jadi cenderung menjauhi manusia.
Sebaliknya, saat dipaparkan aroma keringat terkait rileks dan gembira, kuda tidak menunjukkan perubahan apapun baik dari segi perilaku maupun fisiologis. Hal serupa juga terjadi saat kuda dipaparkan kapas bersih tanpa aroma apa pun.
Para peneliti menyimpulkan bahwa, kuda terpengaruh oleh zat kimia yang terkandung pada keringat manusia. Meski mereka tidak menganalisis apa saja kandungan zat kimia yang terkandung pada sampel keringat tersebut.
"Temuan ini menyoroti pentingnya sinyal kimia dalam interaksi antarspesifik dan memberikan wawasan tentang pertanyaan mengenai dampak domestikasi (dari hewan liar ke jinak) terhadap komunikasi emosional," tulis para peneliti, dikutip dari Phys.org, Kamis (5/3/2026).
Hewan Berhak Mendapat Perlakuan yang Layak
Menurut peneliti, temuan ini bisa menjadi pandangan baru agar manusia untuk lebih mempertimbangkan kondisi kenyamanan hewan. Sebab, mereka ternyata mampu mengetahui kondisi emosional pawangnya lewat aroma keringat.
Ini termasuk saat manusia tidak menunjukkan perasaannya secara langsung, kuda tetap mampu mengetahuinya. Hal ini berpengaruh pada proses pelatihan kuda dan kesejahteraan hidup mereka secara keseluruhan.
"Implikasi praktisnya termasuk mengakui pentingnya kondisi emosional para penangan dan potensi transmisinya melalui sinyal kimia selama interaksi manusia-kuda," jelas para peneliti.







