TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONGUTARA - Bupati Kayong Utara Romi Wijaya memastikan layanan dasar bagi masyarakat seperti pendidikan gratis dan kesehatan gratis tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran daerah pada tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Romi saat menghadiri kegiatan Safari Ramadhan di Desa Telaga Arum, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Rabu 4 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Romi mengajak masyarakat untuk tetap kompak serta memahami kebijakan pemerintah pusat dalam menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak pada pemangkasan dana transfer pusat ke daerah yang cukup dirasakan oleh Kabupaten Kayong Utara, mengingat Pendapatan Asli Daerah (PAD) daerah tersebut masih sangat terbatas.
"Memang Kebijakan untuk menyukseskan Asta Cita Presiden RI ini berimbas pada pemangkasan Dana Transfer Pusat ke Daerah yang mana Kabupaten Kayong Utara mengalami pengaruh yang sangat besar mengingat Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita yang paling kecil sekalbar," ujar Romi.
Ia menjelaskan, kontribusi PAD terhadap pembangunan daerah hanya sekitar 5 persen sehingga efisiensi anggaran dari pemerintah pusat cukup terasa bagi daerah tersebut.
Baca juga: Pemkab Kayong Utara Silaturahmi Ramadan di Desa Telaga Arum, Pererat Hubungan Pemkab dan Masyarakat
Romi juga menjelaskan pemerintah pusat saat ini sedang melakukan transformasi besar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Sejumlah program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih menjadi bagian dari upaya tersebut.
"Khusus MBG, bayangkan di negara kita ini, tingkat stunting kita itu paling tinggi di Asia Tenggara, mendekati 30 persen. Rata-rata IQ orang Indonesia, maaf kita harus akui, ya lebih rendah dari Vietnam. Itu data. Jadi IQ kita ini mohon maaf, rendah. Oleh karena itu perlu intervensi yang masif terhadap gizi. Dampaknya memang bukan untuk saat ini, tetapi untuk masa yang akan datang," jelasnya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran akibat pemangkasan dana transfer ke daerah, Romi menegaskan pemerintah daerah tetap memprioritaskan layanan dasar bagi masyarakat.
Ia memastikan program pendidikan gratis dan layanan kesehatan gratis tetap berjalan di Kabupaten Kayong Utara.
Namun untuk pembangunan infrastruktur, terutama jalan, pemerintah daerah belum dapat berbuat maksimal.
"Cuma kalau jalan, memang mohon maaf, tidak bisa maksimal. Kami hanya mampu perbaikan fungsional di beberapa ruas secara merata, walau sedikit," katanya.
Terkait kondisi jalan di Kecamatan Seponti yang mengalami kerusakan, Romi mengajak para petani sawit, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha untuk bersama-sama bergotong royong memperbaiki jalan yang sering dilalui masyarakat.
Menurutnya, mayoritas masyarakat Seponti merupakan petani sawit yang menjadi penggerak perekonomian daerah.
Namun di sisi lain, jalan kabupaten tidak dirancang untuk dilalui truk pengangkut sawit dengan kapasitas besar.
"kita juga mengalami dilema, dimana mayoritas Masyarakat di Seponti ini merupakan Petani Sawit yang menghidupkan perekonomian disini. Disisi lain kita dihadapkan dengan jalan yang rusak, karna memang struktur jalan Kabupaten tidak dapat dilalui oleh Truk bermuatan Sawit yang rata rata berkapasitas 8 ton," ungkap Romi.
Ia berharap ke depan ada kesepakatan terkait ruas jalan yang dapat dilalui angkutan sawit dan yang tidak, sehingga perawatan jalan dapat dilakukan bersama.
Pemerintah daerah juga terus mengupayakan dukungan pemerintah pusat melalui Dana Inpres untuk membantu perbaikan jalan.
Dalam momentum Safari Ramadhan tersebut, Romi juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan di tengah kondisi yang tidak mudah.
Ia juga berharap doa para tokoh agama dan masyarakat dapat membawa keberkahan serta solusi terbaik bagi Kabupaten Kayong Utara.
Pada kegiatan itu, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara turut menyerahkan santunan kepada anak yatim serta bantuan perlengkapan masjid yang diserahkan langsung oleh Bupati Kayong Utara bersama Ketua TP PKK, kepala perangkat daerah, camat, kapolsek, serta pimpinan cabang Bank Kalbar. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!