TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG – Pernah terpikir belanja kebutuhan harian sekaligus menonton film layar lebar dalam satu tempat? Inovasi unik inilah yang ditawarkan Layar Digi.
Dengan memanfaatkan ruang di lantai dua gerai Alfamart, Layar Digi resmi menghadirkan konsep Micro Cinema yang siap mendekatkan film nasional ke tengah pemukiman warga.
Inovasi ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.
Saat meresmikan Layar Digi di Alfamart Agricola, Gading Serpong, Tangerang, Kamis (5/3/2026), ia menyebut langkah ini sebagai terobosan yang sangat kreatif dalam memperkuat ekosistem film tanah air.
"Hari ini kita melihat solusi nyata. Kehadiran micro cinema seperti Layar Digi adalah jawaban untuk memperluas distribusi film nasional. Momentumnya sangat pas, di mana produksi film kita sedang melonjak dan minat masyarakat untuk menonton karya lokal sedang tinggi-tingginya," ujar Teuku Riefky.
Baca juga: Nilai Ekspor Ekonomi Kreatif Senilai Rp200 Triliun, UMKM Didorong Memperluas Akses Pasar
Meski industri film Indonesia sedang bergairah dengan produksi sekitar 176 film per tahun dan jumlah penonton menembus angka 80 juta, masalah akses masih menjadi "kerikil" utama.
Faktanya, baru sekitar 20 persen kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki bioskop konvensional.
Layar Digi hadir untuk mengisi celah tersebut.
Dengan desain interior modern, kursi yang nyaman, serta teknologi audio-visual berkualitas, masyarakat kini bisa merasakan sensasi bioskop tanpa harus pergi jauh ke pusat perbelanjaan besar.
Komisaris Utama Layar Digi, Rahayu Saraswati, mengungkapkan bahwa proyek ini adalah perwujudan mimpi lama untuk memeratakan akses hiburan hingga ke pelosok.
"Menghadirkan layar film di kota-kota kecil dan desa adalah mimpi kami yang sempat tertahan. Melalui Layar Digi, kami tidak hanya memberi hiburan bagi masyarakat, tapi juga membuka 'napas' baru bagi para sineas agar karya mereka bisa dinikmati lebih luas," tutur Rahayu.
Gerai Alfamart Agricola menjadi pilot project pertama yang bertransformasi menjadi ruang kreatif.
Ke depannya, Layar Digi berencana melakukan ekspansi ke berbagai wilayah strategis lainnya untuk memperkuat posisi film Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri.
Tak hanya soal hiburan, inisiatif ini juga diharapkan mampu memicu pertumbuhan ekonomi kreatif lokal dan menciptakan lapangan kerja baru di daerah.
Dalam peresmian tersebut, Menekraf didampingi oleh jajaran pejabat Kemenekraf serta turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, CEO Layar Digi Victor Timothy, dan perwakilan manajemen Alfamart.