TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Keluarga besar Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Tulungagung menggelar bakti sosial (baksos) selama Ramadan.
Salah satunya menyalurkan santunan ke Pondok Pesantren Nurul Iman Hidayatullah di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kamis (5/3/2026).
Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung, Daniel De Rosari bersama rombongan membawa bantuan sembako dan kebutuhan anak-anak pondok pesantren ini.
“Kami mengunjungi pondok pesantren ini, membawa bantuan. Semoga bermanfaat bagi pesantren,” ujarnya.
Menurut Daniel, baksos bentuk kepedulian Kejari Tulungagung kepada sesama
Bantuan juga diberikan ke satu pondok pesantren di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung.
Keluarga besar Kejari Tulungagung juga lebih dulu memberi santunan kepada tenaga alih daya yang bekerja di kantor.
“Minggu depan kami lanjutkan lagi. Ada rangkaian kegiatan selama Ramadan,” tambahnya.
Baca juga: Jalur Trenggalek-Ponorogo Belum Bisa Dibuka, Wagub Emil Siapkan Penguatan Jalan
Bantuan yang diberikan antara lain berupa beras, gula, minyak, dan susu.
Baksos juga dilakukan setiap tahun saat Ramadan, untuk berbagi kebahagiaan di Bulan Ramadan.
Daniel dan rombongan juga memberi uang saku untuk anak-anak pondok pesantren ini.
Ketua Yayasan Nurul Iman Hidayatullah, Sugiyarno, mengatakan baksos Kejari Tulungagung ini rutin dilakukan setiap tahun.
“Sudah sejak lama, dari Kajari sebelumnya Pak Tri (Sutrisno) dan sebelumnya lagi (Ahmad Muchlis). Setiap Ramadan pasti datang,” katanya.
Yayasan ini mempunyai 42 santri mulai dari usia PAUD, TK, SD, SMP dan SMA.
Mereka berasal dari Tulungagung, Blitar, Trenggalek, bahkan luar Jawa.
Mayoritas para santri bermukim di pondok pesantren.
“Kami sangat terbantu dengan bantuan dari Kejaksaan, baik selama Ramadan sampai nanti menjelang Idul Fitri,” ucapnya.
Bantuan ini bukan sekadar dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun sebagian juga akan dibagikan saat para santri dijemput keluarganya, pulang menjelang Idul Fitri.
Bantuan ini akan menjadi bingkisan buat mereka untuk dibawa pulang.
“Kalau pulang mereka tetap dijemput keluarga, seperti paman atau bibinya. Ada bingkisan untuk dibagikan,” pungkasnya.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik