SERAMBINEWS.COM - Presiden Trump telah menyatakan dia akan menugaskan Angkatan Laut AS mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz jika perlu, menurut Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, Kamis.
IRGC Iran telah menyatakan jalur air strategis tersebut ditutup selama perang dan mengancam akan menyerang kapal-kapal yang lewat.
Leavitt juga mengatakan Trump telah mengumumkan bahwa pengangkut minyak mentah dan kapal kargo yang bergerak di atau dekat kawasan Teluk akan memenuhi syarat untuk mendapatkan asuransi risiko politik dari Perusahaan Pembiayaan Pembangunan Amerika Serikat dengan harga yang sangat wajar.
Selat Hormuz adalah sebuah selat sempit yang sangat strategis di Timur Tengah yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Selat ini berada di antara wilayah Iran di utara dan Oman serta Uni Emirat Arab di selatan.
Selat ini menjadi jalur pelayaran utama minyak dunia dari negara-negara Teluk.
Negara seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab mengirim minyak dan gas melalui selat ini ke pasar global.
Sekitar 20–30 persen perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap hari.
Jika jalur ini ditutup atau terganggu, harga minyak dunia bisa melonjak dan ekonomi global bisa terdampak.
Lebar selat sekitar 33 km, tetapi jalur pelayaran kapal tanker hanya sekitar 3 km per arah, sehingga sangat rentan terhadap konflik atau blokade.(*)